Selasa, 9 Juni 2026

Berita Bengkulu

Pamit Mancing, Warga Pekan Sabtu Bengkulu Hilang di Sungai Padang Kemiling

Warga Pekan Sabtu Bengkulu hilang saat memancing di Sungai Padang Kemiling saat hujan deras, pencarian masih berlangsung.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Beta Misutra | Editor: Ricky Jenihansen
TribunBengkulu.com
ORANG HILANG- Seorang warga Kelurahan Pekan Sabtu, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu, dilaporkan hilang setelah berpamitan untuk memancing di aliran anak Sungai Padang Kemiling. Peristiwa tersebut diperkirakan terjadi saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut, Selasa (21/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  1. Warga Pekan Sabtu hilang saat memancing di Sungai Padang Kemiling, Selasa (21/4/2026).
  2. Korban Asep Prasetyo (33) tidak pulang hingga malam hari.
  3. Korban berangkat memancing pukul 13.00 WIB, tidak kembali hingga 18.00 WIB.
  4. Hujan deras menyebabkan debit air sungai meningkat.
  5. Tim gabungan masih melakukan pencarian hingga berita ditulis.

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Beta Misutra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU – Seorang warga Kelurahan Pekan Sabtu, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu, dilaporkan hilang setelah berpamitan untuk memancing di aliran anak Sungai Padang Kemiling saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut, Selasa (21/4/2026).

Korban diketahui bernama Asep Prasetyo (33), yang hingga malam hari tidak kunjung kembali ke rumah sehingga memicu kekhawatiran pihak keluarga.

Hingga saat ini, tim gabungan masih melakukan pencarian intensif di lokasi sungai yang debit airnya meningkat akibat hujan.

Berangkat Memancing Sejak Siang

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, kronologi kejadian bermula saat korban berpamitan kepada keluarga sekitar pukul 13.00 WIB untuk pergi memancing.

Korban diketahui menuju aliran anak Sungai Padang Kemiling yang kerap menjadi lokasi aktivitas memancing warga sekitar.

Saat itu, kondisi masih normal dan tidak ada tanda-tanda mencurigakan.

Namun, waktu terus berjalan hingga sore hari sekitar pukul 18.00 WIB, korban tidak kunjung kembali ke rumah.

Keluarga mulai merasa cemas karena biasanya korban tidak pergi terlalu lama.

Kekhawatiran Meningkat Saat Hujan Deras

Kondisi semakin mengkhawatirkan karena saat kejadian hujan deras mengguyur Kota Bengkulu. Akibatnya, debit air di aliran anak sungai meningkat cukup signifikan.

Selain faktor cuaca, keluarga juga khawatir karena korban memiliki riwayat penyakit epilepsi yang berpotensi membahayakan jika kambuh saat berada di lokasi sungai.

Dengan berbagai pertimbangan tersebut, keluarga akhirnya melaporkan kejadian ini ke Polsek Selebar serta Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Basarnas Bengkulu.

Sumber: Tribun Bengkulu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved