Penusukan di Kota Bengkulu

Niat Menikmati Sunrise, Dua Pemuda Justru Ditusuk Brutal di Danau Dendam Tak Sudah Bengkulu

Menunggu Sunrise Berujung Petaka, Dua Pemuda Ditusuk di Danau Dendam Tak Sudah Bengkulu

Penulis: Beta Misutra | Editor: Hendrik Budiman
BetaMisutra/TribunBengkulu.com
PENGEROYOKAN-Dua pemuda di Bengkulu menjadi korban penusukan oleh orang tak dikenal saat menunggu sunrise di kawasan wisata Danau Dendam Tak Sudah, Kota Bengkulu, Sabtu (10/1/2026) pagi.  

Ringkasan Berita:
  • Dua pemuda di Bengkulu menjadi korban penusukan oleh orang tak dikenal saat menunggu sunrise di kawasan wisata Danau Dendam Tak Sudah, Kota Bengkulu, Sabtu (10/1/2026) pagi. 
  • Korban diketahui bernama Edo Rahman (20) mahasiswa yang berdomisili di Desa Pasma Air Keruh, Kabupaten Empat Lawang, Provinsi Sumatera Selatan dan Rafles Habib (20) warga Kelurahan Betungan, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu. 

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Beta Misutra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU – Niat menikmati keindahan matahari terbit justru berubah menjadi peristiwa berdarah. 

Dua pemuda di Bengkulu menjadi korban penusukan oleh orang tak dikenal saat menunggu sunrise di kawasan wisata Danau Dendam Tak Sudah, Kota Bengkulu, Sabtu (10/1/2026) pagi. 

Peristiwa penusukan Danau Dendam Tak Sudah tersebut kini tengah ditangani oleh pihak kepolisian Polresta Bengkulu.

Korban diketahui bernama Edo Rahman (20) merupakan seorang mahasiswa yang berdomisili di Desa Pasma Air Keruh, Kabupaten Empat Lawang, Provinsi Sumatera Selatan. 

Korban kedua yaitu Rafles Habib (20) merupakan warga Kelurahan Betungan, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu. 

Keduanya mengalami luka serius akibat diserang menggunakan senjata tajam dan benda tumpul oleh sekelompok pelaku yang diduga berjumlah sekitar 10 orang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun TribunBengkulu.com, peristiwa penusukan Danau Dendam Tak Sudah terjadi saat kedua korban bersama dengan 3 orang temannya sedang berada di sekitar kawasan danau sebuh sekitar pukul 05.00 WIB. 

Mereka datang dengan tujuan menunggu sunrise atau matahari terbit, yang selama ini dikenal menjadi daya tarik tersendiri di lokasi tersebut. 

Namun, suasana tenang berubah mencekam ketika sekelompok pemuda yang berjumlah sekitar 10 orang mendatangi mereka, dan melakukan pengeroyokan.

Korban Edo Rahman mengalami luka tusuk senjata tajam jenis keris di bagian belakang tubuhnya, namun korban masih sempat melarikan diri ke arah bawah jembatan yang ada di lokasi.

Sementara itu, korban Rafles Habib mengalami luka yang lebih banyak, di antaranya luka tusuk di bagian paha dan perut, luka gores di dekat mata, luka pada tangan, serta bengkak di beberapa bagian tubuh akibat dipukuli oleh pelaku.

Salah satu teman korban, Wilman (23), menjelaskan bahwa setelah diserang kedua korban berusaha menyelamatkan diri dengan melarikan diri dari lokasi kejadian. 

Dalam kondisi terluka, korban kemudian menghubungi dirinya untuk meminta pertolongan.

"Setelah saya dihubungi, saya langsung menjemput mereka dan membawa ke rumah sakit supaya segera mendapatkan perawatan medis," ujar Wilman saat ditemui TribunBengkulu.com, Sabtu (10/1/2026).

Sumber: Tribun Bengkulu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved