Kamis, 11 Juni 2026

Berita Kota Bengkulu

Pemkot Bengkulu Belum Terapkan WFA, ASN Tetap Masuk Kantor 5 Hari

Pemkot Bengkulu menegaskan belum akan menerapkan sistem kerja WFA atau WFH bagi ASN dalam waktu dekat, Rabu (14/1/2026).

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Bima Kurniawan | Editor: Yunike Karolina
M Bima Kurniawan/TribunBengkulu.com
ASN PEMKOT BENGKULU - Pj Sekda Kota Bengkulu saat diwawancara TribunBengkulu.com, pada Rabu (14/1/2026). Pemkot Bengkulu menegaskan belum akan menerapkan sistem kerja WFA atau WFH bagi ASN dalam waktu dekat. 
Ringkasan Berita:
  • Pemkot Bengkulu belum menerapkan sistem kerja WFA atau WFH
  • Pemkot Bengkulu berupaya meningkatkan jam pelayanan di sejumlah sektor strategis
  • Fokus utama Pemkot Bengkulu tetap pada optimalisasi pelayanan langsung kepada masyarakat

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, M. Bima Kurniawan
 
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu belum menerapkan sistem kerja Work From Anywhere (WFA) atau Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam waktu dekat. 

Kebijakan tersebut diambil dengan mempertimbangkan karakteristik instansi di lingkungan Pemkot Bengkulu yang mayoritas bersentuhan langsung dengan pelayanan masyarakat. 

Pj Sekda Kota Bengkulu Tony Elfian, menyampaikan bahwa hingga saat ini pola kerja ASN 5 hari masih berjalan seperti biasa dengan tetap masuk kantor demi menjaga kualitas pelayanan publik. 

“Untuk Pemkot Bengkulu, saat ini kita masih menerapkan sistem kerja seperti semula, karena sebagian besar OPD kita berkaitan langsung dengan pelayanan masyarakat. Kalau dilakukan dari rumah, kami menilai pelayanannya tidak akan optimal,” ujar Tony Elfian kepada TribunBengkulu.com, Rabu (14/1/2026).

Meski demikian, Tony menegaskan Pemkot Bengkulu tidak menutup kemungkinan penerapan WFH secara terbatas, khususnya bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang tidak bersentuhan langsung dengan pelayanan publik. Namun, hal tersebut masih dalam tahap kajian dan pertimbangan mendalam. 

“Ada beberapa OPD yang secara tugas memang tidak langsung melayani masyarakat. Itu masih kita kaji, apakah memungkinkan diterapkan WFH atau tidak. Semua harus dilihat dari sisi efektivitas kerja,” jelas Tony. 

Tony juga mengatakan bahwa Pemkot Bengkulu belum akan menerapkan sistem WFH seperti Pemprov Bengkulu yang telah melakukan sistem kerja WFA, ataupun daerah lain yang akan menerapkan sistem kerja hal serupa. 

Menurutnya, setiap kebijakan harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi daerah, bukan sekadar mengikuti tren. 

“Kita tidak ingin ikut-ikutan. Kebijakan yang diambil harus benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan kondisi pelayanan di Kota Bengkulu,” tegas Tony. 

Lebih lanjut, ia mengatakan di jajaran Pemkot Bengkulu bukan akan mengurangi kehadiran ASN di kantor, Pemkot Bengkulu justru berupaya meningkatkan jam pelayanan di sejumlah sektor strategis. 

Salah satunya adalah layanan kesehatan di puskesmas yang diminta untuk tetap siap melayani masyarakat hingga malam hari. 

“Aktivitas masyarakat kita sangat beragam. Karena itu, di sektor tertentu seperti puskesmas, justru kita minta jam pelayanannya ditingkatkan, bahkan sampai malam,” beber Tony. 

Dengan pertimbangan tersebut, Pemkot Bengkulu memastikan penerapan WFH akan dilakukan secara sangat hati-hati agar tidak mengganggu kualitas pelayanan publik. 

Fokus utama pemerintah daerah tetap pada optimalisasi pelayanan langsung kepada masyarakat.

Baca juga: Penataan Taman Berkas Kota Bengkulu, Dinas Pariwisata Siapkan Area Khusus Pedagang

 

Sumber: Tribun Bengkulu
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved