Minggu, 19 April 2026

Penambang Emas di Lebong Tewas

Penambang Emas di Lebong Tewas Tertimbun Reruntuhan, Ternyata Warga Jambi

Tertimpa Material di Lubang Tambang Tradisional, Penambang Asal Jambi Meninggal Dunia di Lebong.

Penulis: M Rizki Wahyudi | Editor: Hendrik Budiman
TribunBengkulu.com/M Rizki Wahyudi
TEWAS - Proses evakuasi Komarudin (32), warga Kabupaten Sarolangun Provinsi Jambi dilokasi tambang Desa Lebong Tambang Kecamatan Lebong Utara pada Kamis (12/2/2026). Penambang ini tewas usai tertimpa material batu saat menambang emas di lokasi tambang tradisional. 

Ringkasan Berita:
  • Penambang emas meninggal dunia setelah tertimpa material batu di lokasi tambang kawasan Desa Lebong Tambang Kecamatan Lebong Utara.
  • Korban Komarudin (32), warga Desa Bangun Jayo, Kecamatan Bathin VIII, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi.
  • Korban diketahui baru beberapa bulan berada di wilayah Lebong Tambang untuk bekerja sebagai penambang emas tradisional.

 

Laporan Wartawan TribunBengkulu.com, M. Rizki Wahyudi

TRIBUNBENGKULU.COM, LEBONG – Seorang penambang emas ditemukan tewas tertimbun reruntuhan di lokasi tambang di Kabupaten Lebong, Bengkulu, pada Kamis (12/22026). 

Peristiwa tragis ini menggegerkan warga setempat setelah diketahui korban berasal dari Provinsi Jambi, yang datang untuk mengadu nasib di kawasan tambang tersebut.

Penambang dilaporkan meninggal dunia setelah tertimpa material batu di lokasi tambang kawasan Desa Lebong Tambang Kecamatan Lebong Utara.

Korban diketahui bernama Komarudin (32), warga Desa Bangun Jayo, Kecamatan Bathin VIII, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa nahas tersebut terjadi saat korban berada di dalam lubang tambang emas tradisional.

Baca juga: Satu Penambang Emas Tradisional di Lebong Bengkulu Tewas Tertimpa Runtuhan

Tiba-tiba material batu dari bagian atas lubang runtuh dan menimpa korban hingga mengalami luka serius di bagian kepala.

Plh Kepala Desa Lebong Tambang, Sahmud SC menjelaskan, korban diketahui baru beberapa bulan berada di wilayah Lebong Tambang untuk bekerja sebagai penambang emas tradisional.

Dimana korban ini memasuki lubang tambang yang sebenarnya sudah dilarang. 

“Korban ini pendatang dari Jambi, kurang lebih baru tiga bulan di sini dan menjadi penambang,"sampai Sahmud. 

Menurutnya, aktivitas penambangan yang dilakukan korban pada saat itu tidak sepengetahuan pihak desa.

Saat itu, penambang lain yang berada tidak jauh dari lokasi mendengar suara keras menyerupai batu runtuh dari dalam lubang tambang.

TEWAS - Proses evakuasi korban tambang emas tradisional di Lebong pada Kamis (12/2/2026) siang. Seorang penambang tewas usai tertimbun batu dan tanah lobang galian.
TEWAS - Proses evakuasi korban tambang emas tradisional di Lebong pada Kamis (12/2/2026) siang. Seorang penambang tewas usai tertimbun batu dan tanah lobang galian. (TribunBengkulu.com/M Rizki Wahyudi)

Karena curiga, mereka langsung mendekat untuk memastikan sumber suara tersebut.

“Waktu diperiksa terlihat tangan korban di antara material penentuan itu, kemudian sejumlah warga melakukan evakuasi terhadap tubuh korban,"jelas Sahmud.

Korban selanjutnya dibawa ke RSUD Lebong untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, nyawanya tidak dapat diselamatkan.

Terkait pemakaman, pihak keluarga memutuskan agar jenazah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Lebong Tambang.

“Tadi sudah dibicarakan dengan keluarganya, jenazah tidak dibawa pulang ke Jambi, tetapi dimakamkan di sini,” tutup Sahmud.

 

Sumber: Tribun Bengkulu
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved