Berita Populer Bengkulu
Berita Populer Mukomuko Bengkulu 8-14 September 2025: Koperasi Merah Putih-Penemuan Mayat
Berita populer Mukomuko sepekan, dari curhat koperasi, dapur MBG, penemuan mayat, hingga harga ayam naik.
Penulis: Muhammad Panji Destama Nurhadi | Editor: Ricky Jenihansen
Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama
TRIBUNBENGKULU.COM, MUKOMUKO - Beberapa berita populer selama sepekan terakhir, pada 8-14 September 2025, menjadi perhatian masyarakat Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu.
Berikut rangkuman sejumlah peristiwa yang mencuri perhatian publik Kabupaten Mukomuko selama periode tersebut.
1. Curhat Ketua Koperasi Merah Putih
Ketua Koperasi Desa Merah Putih Manjunto Jaya, Kecamatan Air Manjunto, Rahmadsyah Sipahutar, mengungkapkan kesulitannya dalam mencari anggota koperasi.
Hal itu ia sampaikan dalam Sosialisasi Pembiayaan dan Operasional Usaha Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih di Hotel Madiyara, Senin (8/9/2025).
Rahmadsyah mengatakan, kendala utama yang dihadapinya adalah cara merekrut anggota koperasi.
“Kendala kita cuman cara merekrut anggota koperasi itu bagaimana,” ungkap Rahmadsyah, Senin (8/9/2025) pukul 10.44 WIB.
Menurutnya, untuk urusan administrasi, tidak ada kendala. Seluruh dokumen, seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), sudah selesai dibuat.
Namun, masyarakat masih berasumsi koperasi ini sama seperti Koperasi Unit Desa (KUD) yang gagal, sehingga enggan bergabung.
“Masyarakat ini berasumsi koperasi Merah Putih sama seperti KUD yang gagal, jadi masyarakat enggan untuk masuk menjadi anggota Koperasi Merah Putih ini,” tutur Rahmadsyah.
Rahmadsyah menegaskan bahwa anggota koperasi Merah Putih akan mendapatkan banyak keuntungan, di antaranya sisa hasil usaha (SHU) dan fasilitas di gerai koperasi.
“Keuntungan menjadi anggota koperasi Merah Putih bisa dapat keuntungan dari SHU dan juga bisa menikmati fasilitas yang ada di gerai koperasi Merah Putih,” jelasnya.
Ia juga berharap pemerintah membuat regulasi agar desa bisa menerbitkan peraturan desa (Perdes) yang mendorong masyarakat bergabung dengan koperasi.
“Harapannya pemerintah ada peran untuk menghimbau pemerintah desa membuat Perdes agar masyarakat bisa menjadi anggota koperasi Merah Putih,” tutup Rahmadsyah.
Baca juga: Koperasi Merah Putih Desa Marga Sakti Bengkulu Utara Mengeluh Terkendala Regulasi
2. Bupati Ingatkan Dapur MBG Harus Profesional
Bupati Mukomuko, Choirul Huda, menanggapi kasus keracunan massal di Kabupaten Lebong usai mengonsumsi makanan bergizi gratis (MBG).
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Mukomuko sudah menyiapkan tiga lahan untuk dapur MBG.
Menurut Huda, pengelolaan dapur harus dilakukan secara profesional dan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).
“Harus dikelola profesional yang berkaitan dengan kebersihan dan keamanan, kalau masak dengan banyak komponen itu risikonya besar dengan bakteri-bakteri yang ada,” ungkap Huda saat diwawancarai, Selasa (9/9/2025) pukul 14.00 WIB.
Ia berharap dapur MBG di Mukomuko dapat belajar dari pengalaman yang terjadi di Lebong.
“Pemerintah pusat itu sudah mewanti-wanti prosedur yang dilalui harus dengan hati-hati jangan sampai ada yang salah. Kita harap dapur MBG di Mukomuko dapat belajar dari pengalaman yang ada,” tutur Huda.
Huda menekankan, jika pengelolaan dapur tidak mengikuti standar, dikhawatirkan akan berdampak pada anak-anak penerima program.
“Saya himbau dapur MBG di Kabupaten Mukomuko dapat melakukan mekanisme sesuai dengan standar dan prosedur yang ada. Sekali salah, yang terdampak bahaya nanti anak-anak kita,” tutup Huda.
3. Polres Bangun Dapur MBG, Sasar 1.500 Siswa
Polres Mukomuko, Polda Bengkulu, mendirikan dapur MBG untuk menyasar 1.500 siswa di Kabupaten Mukomuko.
Kapolres Mukomuko, AKBP Riky Crisma W, bersama Bhayangkari, mengunjungi SDN 4 Penarik, Desa Bumi Mulya, Kecamatan Penarik, yang menjadi salah satu penerima manfaat.
“Jadi kami dari Polri dalam mendorong program MBG dari Presiden RI Pak Prabowo, turut mendirikan dapur MBG. Untuk saat ini yang menerima manfaat sebanyak 1.500 siswa,” ungkap Riky, Rabu (10/9/2025) pukul 10.20 WIB.
Penerima manfaat berasal dari empat PAUD, tujuh sekolah dasar, dan dua SMP.
Untuk memastikan keamanan makanan, Polres Mukomuko bersama Badan Gizi Nasional (BGN) menerapkan food security.
“Jadi kita menetapkan food security untuk memastikan makanan yang dibagikan ini layak dikonsumsi ke anak-anak kita,” jelas Riky.
“Jika nanti ada makanan yang tak layak seperti basi, langsung diganti dengan yang baru. Tentunya kita memastikan makanan yang dikonsumsi anak-anak sehat dan bergizi,” lanjutnya.
Koordinator BGN Wilayah Mukomuko, M Sukri, menambahkan makanan yang disiapkan tidak mengandung bahan pengawet maupun MSG.
Saat ini sudah ada tiga dapur MBG di Mukomuko, yakni di Koto Jaya, Bandar Jaya, dan KJS Penarik.
“Saat ini sudah ada tiga dapur MBG yang ada. Untuk sasaran sudah ada 15.000 siswa yang menerima manfaat. Target kami ada 21 titik dapur MBG,” tutup Sukri.
4. Penyebab Kematian Helmi Ditemukan di Jalinbar Sumatera
Helmi (50), warga Kampung Dalam, Kecamatan Kota Mukomuko, ditemukan meninggal dunia di Jalan Lintas Barat (Jalinbar) Sumatera pada Jumat (12/9/2025).
Kanit Gakkum Satlantas Polres Mukomuko, IPDA A.N Saputra, menyebut hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) menunjukkan korban mengalami kecelakaan tunggal.
“Olah TKP sudah kita lakukan, dari olah TKP korban mengalami kecelakaan atau laka tunggal,” jelas Saputra, Jumat (12/9/2025) pukul 11.45 WIB.
Korban diketahui melaju dari arah Penarik menuju Kota Mukomuko. Di lokasi kejadian, terlihat rumput di pinggir jalan rusak akibat dilalui sepeda motor korban.
“Dari olah TKP korban ini melaju dari Penarik ke Kota Mukomuko, kemudian hilang kendali, hingga motor korban masuk ke pinggir jalan. Karena ada bekas rumput yang rusak akibat motor,” tuturnya.
“Usai keluar dari jalan, sepeda motor yang dikendarai korban menghantam tiang penuntun jalan hingga akhirnya terjatuh,” lanjutnya.
Baca juga: Identitas Jenazah Laki-laki Ditemukan di Jalan Lintas Barat Sumatera Mukomuko
5. Harga Ayam Potong Capai Rp50 Ribu per Kilogram
Harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Koto Jaya, Kecamatan Kota Mukomuko, mengalami kenaikan pada Minggu (14/9/2025).
Harga ayam potong ras naik dari Rp45 ribu menjadi Rp50 ribu per kilogram.
Dari pantauan TribunBengkulu.com, stok ayam potong ras di pasar juga terbatas.
“Naik sekarang harga ayam potong Rp50 ribu per kilogram. Kenaikan harga karena stok ayam sedikit. Banyak penjual ayam potong tutup cepat karena stok ayam sedikit,” kata Hendri, salah seorang pedagang, Minggu (14/9/2025) pukul 09.35 WIB.
Stok ayam didatangkan dari Kota Bengkulu dan Sumatera Barat. Namun, pasokan dari kedua daerah itu terbatas sehingga harga melonjak.
“Stoknya sedikit, kita ambil dari Sumatera Barat dan Kota Bengkulu,” tutur Hendri.
Sementara itu, harga cabai merah kampung turun dari Rp70 ribu menjadi Rp65 ribu per kilogram.
“Turun cabai merah kampung Rp65 ribu per kilogram, minggu lalu Rp70 ribu per kilogram,” jelas Surtani, pedagang cabai merah.
Harga bawang putih dan bawang merah juga turun dari Rp40 ribu menjadi Rp35 ribu per kilogram.
“Bawang putih dan bawang merah saat ini di harga Rp35 ribu per kilogram, minggu lalu Rp40 ribu per kilogram,” tutup Surtani.
Untuk diketahui, harga ikan nila Rp35 ribu per kilogram, ikan tenggiri Rp50 ribu per kilogram, daging sapi Rp150 ribu per kilogram, dan telur Rp56 ribu per karpet.
Gabung grup Facebook TribunBengkulu.com untuk informasi terkini
| Berita Populer Bengkulu Selatan 1-6 Juni 2026: Harga Sawit hingga Camat Ngamuk di Sekolah |
|
|---|
| Berita Populer di Kepahiang 25-31 Mei 2026: 15 Pelajar SMP Kepahiang Terancam Putus Sekolah |
|
|---|
| 5 Berita Populer Kota Bengkulu Sepekan 25 - 30 Mei 2026 |
|
|---|
| Berita Populer Bengkulu Selatan 25-30 Mei 2026: Jembatan Sekunyit Rampung hingga Demam Piala Dunia |
|
|---|
| Berita Populer di Kepahiang 18-24 Mei 2026: Kasus kematian Gita Masuk Tahap II-Sejoli Buang Bayi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Kolase-Foto-berita-populer-8-14-September-2025.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.