Rabu, 27 Mei 2026

Makan Bergizi Gratis

Anggaran Program MBG Dipangkas Rp67 Triliun, Kepala BGN Dadan Hindayana Buka Suara

Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana menjelaskan soal pemangkasan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2026.

Tayang:
Editor: Rita Lismini
TribunBengkulu.com/Instagram Prabowo
PROGRAM MBG - Presiden Prabowo Subianto memerintahkan terkait optimalisasi penggunaan anggaran negara, salah satunya soal program Makan Bergizi Gratis yang dipangkas sebanyak Rp67 triliun, Senin (25/5/2026). 

Nanik menambahkan, penyesuaian ini telah dilakukan oleh BGN saat ini. Dirinya menegaskan tidak ada lagi pengadaan-pengadaan untuk kantor pusat.

"Yang berkurang operasional di kantor pusat dan pengadaan-pengadaan," tegasnya.

Meskipun anggaran dipotong oleh Kementerian Keuangan, Nanik mengatakan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak akan terganggu.

Tidak ada perubahan anggaran terkait biaya bahan baku hingga manfaat lain yang diterima SPPG terkait operasional mereka, termasuk gaji pegawai.

Sebelumnya Anggaran MBG Tak Boleh Dipangkas Meski Efisiensi

Sebelumnya  Presiden Prabowo Subianto bersikukuh anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak dipotong di tengah langkah efisiensi yang dilakukan saat ini akibat terdampak krisis energi global buntut konflik Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Prabowo beralasan, realokasi anggaran MBG dikhawatirkan akan jadi lahan korupsi.

Hal ini disampaikan Prabowo ketika ditanya oleh Pemimpin Redaksi SCTV dan Indosiar, Retno Pinasti, dalam diskusi bersama sejumlah pengamat dan jurnalis di kediaman Prabowo di Hambalang, Bogor, Jawa Barat.

"Saya akan bertahan sedapat mungkin (untuk menjalankan program MBG). Daripada uang-uang dikorupsi, lebih baik rakyat saya bisa makan," katanya dalam diskusi tersebut dikutip dari YouTube Najwa Shihab, Sabtu (21/3/2026).

Prabowo mengungkapkan tetap dilakukannya program MBG karena dirinya enggan untuk melihat adanya anak-anak yang kurang gizi dan menderita stunting.

"Saya lihat ketika kampanye (pilpres) sekian kali, di desa-desa anak umur 11 tahun, badannya anak empat tahun," katanya.

Dia merasa keputusannya ini merupakan pilihan yang benar.

Prabowo juga mengatakan bahwa tidak perlu adanya pemotongan anggaran MBG.
"Saya yakin di jalan yang benar. Uang kita ada. Saya pertaruhkan kepemimpinan saya," tegasnya.

Prabowo mengatakan masih banyak pos anggaran selain MBG yang bisa dipangkas di tengah krisis Timur Tengah.
 
Di sisi lain, ia menjelaskan bahwa program MBG adalah investasi bagi sumber daya manusia (SDM) Indonesia.

"Masih banyak penghematan lain yang bisa kita lakukan. Kita sudah exercise dan kita sudah lakukan penghematan di berbagai bidang," tegasnya.

Sumber: Tribun Bengkulu
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved