Jumat, 17 April 2026

Viral Kepala SPPG MBG Bakal Dapat Motor, Kepala BGN: 'Dukung Operasional'

Baru-baru ini viral jika Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) akan mendapatkan motor.

Editor: Yuni Astuti
Tribunnews.com
KEPALA SPPG DAPAT MOTOR - Foto Kepala BGN, Dadan Hindayana, dadan merespon ramainya perbincangan soal Kepala SPPG akan mendapatkan motor. 

Ringkasan Berita:
  • Kepala SPPG akan mendapatkan motor.
  • Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana membenarkan jika Kepala SPPG akan mendapatkan motor.
  • Menurut Dadan ada sejumlah motor berlogo BGN yang viral di medsos memang milik BGN sebagai bagian dari perencanaan anggaran tahun 2025.

 

TRIBUNBENGKULU.COM - Baru-baru ini viral jika Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) akan mendapatkan motor.

Rupanya isu ini bukanlah isu belakang.

Hal ini langsung dijawab oleh Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana.

Menurut Dadan ada sejumlah motor berlogo BGN yang viral di medsos memang milik BGN sebagai bagian dari perencanaan anggaran tahun 2025.

Dadan menyebutkan, motor itu ditujukan untuk mendukung operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya bagi Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

"Pengadaan motor ini memang masuk dalam anggaran 2025. Fungsinya untuk mendukung operasional Kepala SPPG," ujar Dadan dalam keterangan pers, Selasa (7/4/2026).

Dadan mengatakan, proses realisasi pengadaan motor itu dilakukan secara bertahap dimulai pada Desember 2025.

Sementara itu, terkait informasi yang beredar di media sosial mengenai jumlah pengadaan mencapai 70.000 unit, Dadan menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar atau hoaks.

"Informasi 70.000 unit itu tidak benar. Realisasi total motor listrik sebanyak 21.801 unit dari 25.000 unit yang dipesan di tahun 2025," sebut Dadan.

Namun, Dadan memastikan bahwa motor tersebut hingga saat ini belum didistribusikan kepada setiap kepala SPPG.

Sebab, kendaraan yang dibeli menggunakan anggaran itu harus melalui proses administrasi sebagai Barang Milik Negara (BMN) sebelum dapat digunakan.

"Motor tersebut belum dibagikan. Setelah seluruhnya lengkap, akan dicatat terlebih dahulu sebagai BMN sebelum didistribusikan," jelasnya.

Ia berharap masyarakat dapat memahami bahwa pengadaan motor tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah demi memastikan kelancaran pelaksanaan MBG di seluruh Indonesia.

Artikel ini tayang di Kompas.com

 

Sumber: Tribun Bengkulu
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved