Pembunuhan Kepala Cabang Bank BUMN
TERJAWAB Pemicu Pembunuhan Berencana Ilham Pradipta, Ada Pesan Sensitif Sebelum Korban Dihabisi
Akhirnya terjawab pemicu pembunuhan berencana Ilham Pradipta, sempat ada pesan senisitf sebelum korban dihabisi.
TRIBUNBENGKULU.COM - Akhirnya terjawab pemicu pembunuhan berencana Ilham Pradipta, sempat ada pesan senisitf sebelum korban dihabisi.
Sempat beredar kabar penculikan dan pembunuhan Ilham Pradipta motifnya adalah uang pinjaman Rp 13 miliar.
Dwi Hartono selaku otak penculikan dan pembunuhan berniat melakukan pinjaman Rp 13 miliar ke korban namun sayangnya ditolak.
Padahal perusahaan Dwi Hartono membutuhkan suntikan dana karena hampir bangkrut.
Karena perasaan kesal membuat Dwi Hartono merencanakan penculikan dan pembunuhan terhadap Ilham Pradipta.
Kini motif penculikan dan pembunuhan Ilham Pradipta mulai terkuak.
Melalui Eras atau RW pelaku penculikan terhadap Ilham Pradipta terungkap motif penculikan.
Motif tersebut terungkap dari permintaan sosok berinisial F kepada Eras.
Ia ditangkap di Bandara Komodo, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Kamis (21/8/2025).
Dia berasal dari Manggarai Timur yang berdomisili di Kramat Jati, Jakarta Timur.
Informasi dari Polres Manggarai Barat, Eras bekerja sebagai penagih utang atau debt collector.
Ia menjadi pemimpin dari RS, AT dan RAH yang ditangkap di rumah Jalan Johar Baru III Nomor 42, RT 05/09, Johar Baru, Jakarta Pusat pada Kamis (21/8/2025).
Kuasa hukum Eras, Adrianus Agal menerangkan bahwa kliennya mendapat perintah menculik Ilham dari sosok berinisial F.
"E-W (Eras) ini adalah yang berperan menerima pekerjaan dari sahabatnya dengan inisial F itu. Setelah Eras menerima pekerjaan itu baru dia meminta beberapa temannya untuk ikut," katanya seperti dikutip TribunnewsBogor.com dari Kompas TV.
Menurutnya, F sendiri hanya sebagai pesuruh.
Ada sosok lain yang menjadi atasan F.
"F bukan bos. Yang pasti F memirintahkan Eras untuk mengambil upah mereka," katanya.
Kepada Eras, F mengungkap alasan menculik Kepala Cabang Bank BUMN Mohamad Ilham Pradipta.
Menurut Adrianus, atasan F merasa dirugikan oleh Ilham.
Terbaru, korban sempat mendapat pesan sensitif dari bos pembunuhan sebelum dihabisi.
Para penculik rupanya memiliki tugas tambahan saat membawa paksa Kepala Cabang BUMN Mohamad Ilham Pradipta.
Mereka disuruh menyampaikan pesan dari sebuah instansi.
Salam tersebut disampaikan penculik ketika sudah berhasil menculik Ilham.
Ilham Pradipta Kacab Bank BUMN diculik setelah rapat di Lotte Mart, Pasar Rebo, Jakarta Timur pada Rabu (20/8/2025).
Ia diculik oleh AT, RS, RAH dan RW.
AT, RS, dan RAH diajak oleh RW alias Eras.
RAH bernama asli Revinando Aquinas, ia masih kerabat Eras dan baru dua minggu tinggal di Cipayung, Jakarta.
Malahan menurut kuasa hukumnya, Revinando masih berstatus sebagai mahasiswa.
Maksimus Hasman menjelaskan kliennya duduk di bagian belakang mobil yang telah didesain tanpa kursi.
Sejak awal menurut pengakuannya RAH tidak mengetahui skenario dan target penculikan.
Ia bahkan baru sekali bertemu dengan F, pihak yang memberi order penculikan pada Eras.
"Posisi klien saya dia ada di belakang, dia di dalam mobil. Dalam mobil itu kan tidak ditempatkan kursi belakang sebagaimana mobil seperti biasanya," katanya.
"Gak dikasih tahu, intinya kamu di belakang, Klien saya gak ngerti apa-apa terkait dengan skenario ini," tambah Maksimus seperti dikutip TribunnewsBogor.com dari Youtube Sindonews.
Saat bertemu F yang diduga merupakan oknum aparat, Revinando disuruh membeli sejumlah barang di minimarket.
"Tidak dijelaskan oleh saudara terduga E (Eras) ketika awal mula mengajak perkerjaan itu. Dia tahunya setelah beli lakban, rokok, handuk, itu ada komunikasi dalam mobil yang intinya kerjaan ini melakukan penculikan terhadap seseorang, pointnya di situ," katanya.
Revinando kata Maksimus membocorkan soal pesan dari bos besar untuk Ilham Pradipta
"Dalam order pekerjaan ini hanya ditugaskan untuk menculik dan menyampaikan suatu pesan," katanya.
Pesan itu dititipkan ke Eras lalu disampaikan ke Ilham sambil divideokan.
"Ketika berhasil korban di dalam, pelaku E (Eras) memvideo menyampaikan ke si korban bahwa ada salam dari bla.bla.bla, tidak perlu saya sampaik di forum ini karena ini sangat sensitif karena menyangkut menyebut suatu instansi," katanya.
Maksimus Hasman tidak berani menyebut secara gamblang tentang terduga oknum aparat di balik penculikan Kepala Cabang Bank BUMN Mohamad Ilham Pradipta.
"Menyampikan bahwa ada salah dari sebuah instansi, jadi tidak itu aparat atau tidak. Hanya memang dalam pengakuan klien saya, dia menceritakan dia dalam mobil yang dia dengar tugas ini sampai penculikan sembari memvideokan dan video ini nanti akan diserahkan kepada si bos pemberi kerja, jadi itu perintahnya," katanya.
Adrianus Agal pengacara Eras mengatakan kliennya meminta maaf pada keluarga Ilham.
"Kami memohon maaf atas peristiwa yang sudah terjadi ini. Kami berbela sungkawa," katanya.
Mereka berharap bisa lolos dari jeratan hukum.
"Setelah Eras menyesali dan permohonan maaf dari keluarga ini, kami berharap perkara ini segera dilimpahkan ke persidangan. Biar nanti kita bisa membuka fakta yang sebenarnya di persidangan," katanya.
Ia mengatakan Eras hanya disuruh oleh oknum aparat.
"Adik kami, Eras, diminta menjemput paksa. Setelah itu ada perintah dari oknum F. Ketika korban diantar kembali, ternyata sudah tidak bernyawa," katanya.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen (Mar) Freddy Ardianzah telah membantah rumor aparat TNI di balik kasus itu.
"Jangan percaya rumor," kata Freddy saat dihubungi Tribunnews.com pada Selasa (26/8/2025).
Kepala Cabang Bank BUMN Mohamad Ilham Pradipta diculik di parkiran Lotte Mart, Jakarta Timur pada Rabu (20/8/2025).
Ia ditemukan tak bernyawa di persawahan Desa Nagasari, Serang Baru, Bekasi, Jawa Barat pada Kamis (21/8/2025).
Ilham tewas dengan keasaan kaki tangan terikat dan mata ditutup lakban.
Jenazahnya kemudian diotopsi di Rumah Sakit Kramat Jati, Jakarta Timur.
Setelah selesai, jasadnya dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Situ Gede, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor.
4 Klaster Pembunuhan
Kasubdit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Abdul Rahim mengungkap ada empat klaster atau kelompok dalam kasus penculikan Kepala Cabang Bank BUMN Mohamad Ilham Pradipta.
"Aktor intelektual, klaster yang membuntuti, klaster yang menculik," katanya.
Lalu ada juga klaster yang melakukan penganiyaan terhadap Ilham.
"Klaster penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dan membuang korban," katanya.
Sampai dengan saat ini polisi sudah menangkap 15 orang.
Tiga orang ditangkap di Johar Baru, Jakarta Pusat,
Satu orang di NTT.
Lalu satu orang lagi Pantai Indah Kapuk (PIK) Jakarta Utara, kemudian satu di Semarang, Jawa Tengah.
Ada juga tiga orang aktor intelektual ditangkap di Solo, Jawa Tengah.
Dan terakhir satu orang sebagai pengintai ditangkap di Semarang, Jawa Tengah.
"Yang sudah ditangkap dan ditetapkan tersangka sudah 15 orang," katanya.
Mohamad Ilham Pradipta merupakan Kepala Cabang Bank BUMN di Cempaka Putih, Jakarta Pusat.
Sebelum menjadi Kacab, Ilham pernah bertugas di Surabaya hingga Bandung.
Ia diculik empat orang menggunakan mobil putih di parkir Lotte Mart, Pasar Rebo, Jakarta Timur pada Rabu (20/8/2025).
Ilham ditemukan tak bernyawa dengan keadaan kaki tangan terikat dan mata ditutup lakban di Desa Nagasari, Serang Baru, Bekasi pada Kamis (21/8/2025).
Setelah selesai diotopsi di Rumah Sakit Polri Kramatan Jati, jenazah Ilham dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Situ Gede, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor.
Artikel ini telah tayang di TribunnewsBogor.com
Pemicu Pembunuhan Ilham Pradipta
Pembunuhan Kacab Bank BUMN
Kepala Cabang Bank BUMN
Ilham Pradipta
Kasus Pembunuhan
Polda Metro Jaya
Total 17 Pelaku, Polisi Tangkap 2 Tersangka Baru Kasus Pembunuhan Kacab Bank BUMN |
![]() |
---|
TERUNGKAP Pesan Bos Pembunuhan Berencana ke Ilham Pradipta Sebelum Dihabisi, Libatkan Instansi |
![]() |
---|
Nasib RAH Mahasiswa Pelaku Penculikan Kacab Bank BUMN, Ngaku Tak Tahu ada Skenario Penculikan |
![]() |
---|
Sosok Eras Tersangka Penculikan Ilham Pradipta, Debt Collector di NTT Bongkar Motif Pembunuhan |
![]() |
---|
TERNYATA Bukan Pinjaman Rp 13 Miliar Motif Pembunuhan Ilham Pradipta, Tersangka Eras Buka Suara |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.