Berita Rejang Lebong

Secarik Kertas dan Pesan Terakhir Nini, Bocah 8 Tahun yang Hanyut di Siring Air Bang Curup Tengah

Sebelum Tragedi Menimpa, Korban Hanyut Tinggalkan Secarik Pesan untuk Ibu, Jadi Izin Terakhirnya.

Penulis: M Rizki Wahyudi | Editor: Ricky Jenihansen
TribunBengkulu.com/M Rizki Wahyudi
SURAT TERAKHIR – Kolase foto memperlihatkan suasana di rumah duka dan surat terakhir korban. Surat ini menjadi pesan terakhir yang ditinggalkan Nini untuk orangtuanya. 

 

Laporan Wartawan TribunBengkulu.com, M. Rizki Wahyudi

TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG – Di tengah hujan deras yang mengguyur Curup Tengah, secarik kertas lusuh menjadi satu-satunya jejak terakhir Nini, bocah 8 tahun yang hilang terbawa arus saluran air.

Pesan kecil itu, izin sang anak untuk pergi mengerjakan tugas sekolah, kini menjadi kenangan pahit bagi ibu dan saudara kembarnya yang tak henti menangis, menanti keajaiban di sela-sela doa dan tangis.

Tangis dan doa terus mengalir dari keluarga bocah perempuan berusia 8 tahun yang dilaporkan hanyut saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut, Jumat (9/1/2026) siang.

Korban diketahui bernama Isnati Husnaini, seorang pelajar sekolah dasar, putri dari pasangan Muhammad Iksan dan Nurmufidah.

Sejak kabar tragis itu datang, rumah keluarga Isnati seakan diselimuti suasana yang menyakitkan.

Di tengah kesedihan yang mendalam, Nurmufidah, sang ibu, hanya bisa memeluk secarik kertas lusuh.

Itu bukan kertas biasa, melainkan sebuah pesan kecil yang kini menjadi kenangan terakhir dari putri tercintanya.

Dengan suara bergetar dan mata sembab, Nurmufidah menceritakan bahwa sebelum pergi, sang anak sempat meninggalkan surat kecil berisi izin kepada dirinya.

Baca juga: Hari Kedua Pencarian, Bocah 8 Tahun Hanyut di Siring Curup Tengah Diduga Terseret hingga Danau Suro

“Dia nulis surat kecil, bilang mau kerja kelompok ke rumah temannya. Saya izinkan, tidak menyangka itu jadi pesan terakhir dari anak saya,” tutur Nurmufidah kepada TribunBengkulu.com dengan air mata yang mengalir di pipinya.

Menurut Nurmufidah, Nini pergi bersama saudara kembarnya, Nana, untuk mengerjakan tugas sekolah.

Namun di tengah perjalanan pulang, hujan deras mengguyur kawasan tersebut.

Arus air di saluran siring yang berada tak jauh dari rumah mereka mendadak meluap.

Diduga, Nini terpeleset dan terseret arus air yang deras hingga akhirnya menghilang.

Sumber: Tribun Bengkulu
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved