Senin, 20 April 2026

Berita Seluma

Uang Palsu Rp100 Ribu Beredar di Seluma Jelang Lebaran, Warung dan BRILink Jadi Target

Uang Palsu Mulai Marak Beredar Di Seluma Bengkulu, Warung Manisan dan Agen BRIlink Jadi Sasaran

Penulis: Yayan Hartono | Editor: Rita Lismini
Yayan Hartono/Tribunbengkulu.com/Yayan Hartono
UANG PALSU - Inilah penampakan uang palsu yang ditemukan di warung Manisan Desa Riak Siabun Kecamatan Sukaraja kemarin 1 Maret 2026. Dengan ditemukannya uang palsu ini, masyarakat diminta waspada 
Ringkasan Berita:
  • Jelang Idul Fitri 1447 H, peredaran uang palsu marak di Seluma, Bengkulu.
  • Pecahan Rp20 ribu dan Rp100 ribu ditemukan di Kecamatan Sukaraja.
  • Uang palsu sempat masuk ke agen BRILink di Bukit Peninjauan II.
  • Modus diduga lewat transaksi warung kecil dan layanan BRILink saat ramai.
  • Warga diminta waspada, cek uang dengan metode 3D, dan segera melapor ke polisi/bank.

Laporan Reporter Tribunbengkulu.com, Yayan Hartono

TRIBUNBENGKULU.COM, SELUMA - Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, peredaran uang palsu (upal) di Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu, meresahkan masyarakat.

Sejumlah pemilik warung manisan dan pelaku usaha kecil diminta meningkatkan kewaspadaan setelah ditemukannya uang palsu pecahan Rp20 ribu dan Rp100 ribu di wilayah Kecamatan Sukaraja.

Temuan terbaru terjadi di Desa Riak Siabun, Kecamatan Sukaraja. Uang palsu tersebut diketahui sempat beredar dan masuk ke salah satu agen BRILink milik Bank Rakyat Indonesia (BRI) di wilayah Bukit Peninjauan II, Kecamatan Sukaraja.

Warga Desa Riak Siabun, Ady, mengungkapkan bahwa kasus peredaran uang palsu di wilayah tersebut bukan kali pertama terjadi. Bahkan, menurutnya, warga sudah beberapa kali menemukan uang palsu dengan nominal yang sama.

“Dari pengakuan warga, uang palsu ini sudah sering ditemukan. Kemarin kembali ditemukan pecahan palsu Rp100 ribu. Ada juga yang Rp20 ribu,” terang Ady kepada TribunBengkulu.com, Senin (2/3/2026).

Ady menjelaskan, modus pelaku diduga dengan melakukan transaksi pembelian di warung-warung kecil atau melakukan setor dan tarik tunai melalui layanan BRILink.

Pelaku memanfaatkan situasi yang ramai dan kelengahan pemilik usaha saat menerima uang tunai sehingga uang palsu lolos dari pemeriksaan awal.

Menurutnya, menjelang Lebaran aktivitas jual beli masyarakat biasanya meningkat, terutama di warung manisan, kebutuhan pokok, serta layanan jasa keuangan seperti BRILink.

Kondisi tersebut dinilai rawan dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab untuk mengedarkan uang palsu.

“Biasanya kalau sudah mau lebaran, orang belanja banyak. Warung ramai, transaksi cepat. Di situ mungkin dimanfaatkan pelaku,” tukas Ady.

Warga berharap aparat penegak hukum segera turun tangan untuk menyelidiki dan menindak pelaku peredaran uang palsu tersebut agar tidak semakin meluas dan merugikan masyarakat kecil.

Sementara itu, masyarakat diimbau lebih teliti saat menerima uang tunai. Pengecekan keaslian uang dapat dilakukan dengan metode 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang).

Secara umum, ciri uang asli antara lain memiliki warna lebih tajam dan detail gambar yang jelas saat dilihat, terasa kasar pada bagian tertentu seperti gambar pahlawan dan angka nominal saat diraba, serta memiliki benang pengaman dan tanda air (watermark) yang terlihat jelas saat diterawang.

Masyarakat juga disarankan segera melaporkan kepada pihak kepolisian atau bank terdekat apabila menemukan atau mencurigai adanya uang palsu, agar dapat segera ditindaklanjuti dan tidak kembali beredar di tengah masyarakat, khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Sumber: Tribun Bengkulu
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved