Kasus Varian Omicron Melonjak, Kenali Gejala dan Penanganannya

Kasus Covid-19 varian omicron terus bertambah. Per 3 Februari 2022 terdata ada 3.161 terkonfirmasi varian omicron.

Penulis: Yuni Astuti | Editor: Yunike Karolina
Kasus Varian Omicron Melonjak, Kenali Gejala dan Penanganannya
Ist/Tribunnews.com
Ilustrasi Varian Omicron

TRIBUNBENGKULU.COM – Kasus Covid-19 varian omicron terus bertambah. Per 3 Februari 2022 terdata ada 3.161 terkonfirmasi varian omicron.

Dengan melonjaknya kasus Covid-19, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi, meminta kepada pada pasien yang terpapar Covid-19 untuk melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing.

“Pasien omicron tanpa gejala atau gejala ringan diimbau isolasi mandiri (Isoman) di rumah,” kata Nadia dalam keterangan tertulisnya, Jumat (4/2/2022).

Varian omicron merupakan varian terbaru yang penularannya lebih cepat dibandingkan dengan varian-varian terdahulu.

Akan tetapi dilihat dari sisi gejala nya, varian baru ini merupakan gejala yang termasuk gejala ringan serta dalam hal proses penyembuhannya lebih cepat.

“ Pasien yang masuk rumah sakit 85 % sudah sembuh. Sedangkan yang kasusnya berat, kritis hingga membutuhkan oksigen sekitar 8 %,” kata Siti.

Dilansir dari Kontan.co.id, dalam  Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.01.07/MENKES/4641/2021 tentang Panduan Pelaksanaan Pemeriksaan, Pelacakan, Karantina dan Isolasi dalam Rangka Percepatan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19, terdapat 5 gejala covid varian omicron secara umum  di antaranya:

1.       Tanpa gejala/ asimtomatis yaitu infeksi Covid-19yang tidak ditemukan gejala klinis.

2.       Gejala Ringan yaitu pasien infeksi Covid-19 dengan gejala tanpa ada bukti pneumonia virus atau tanpa hipoksia, frekuensi napas 12-20 kali per menit dan saturasi oksigen >95 %

3.       Gejala sedang adalah pasien infeksi Covid-19 dengan tanda klinis pneumonia seperti demam, batuk, sesak, napas cepat tanpa tanda pneumonia berat, dengan saturasi oksigen 93 %

4.       Gejala berat adalah infeksi Covid-19 dengan tanda klinis pneumonia seperti demam, batuk, sesak, napa, cepat, dan ditambah satu dari frekuensi napas>30x/menit, distress pernapasan berat, atau saturasi oksigen <93>

5.        Kritis yakni pasien covid-19 dengan gejala gagal nafas , komplikasi infeksi, atau kegagalan multiorgan.

Dalam upaya penanganan varian omicron ini, masyarakat diimbau untuk selalu mematuhi protokol kesehatan. Seperti memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, dan menghindari kerumunan.

 

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved