Selasa, 14 April 2026

Hasil Sidak, Dewan Temukan Penyebab Kelangkaan Minyak Goreng di Bengkulu

Kelangkaan minyak goreng di Kota Bengkulu, disebabkan adanya keterlambatan dan kekosongan pasokan di Gudang Minyak Goreng.

Penulis: Muhammad Panji Destama Nurhadi | Editor: M Arif Hidayat
Muhammad Panji/Tribunbengkulu.com
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bengkulu, melakukan sidak ke Gudang Toko ritel modern di Kota Bengkulu, pada Senin (21/2/2022). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Kelangkaan minyak goreng di Kota Bengkulu, disebabkan adanya keterlambatan dan kekosongan pasokan di Gudang Minyak Goreng.

Hal tersebut diketahui dari hasil sidak yang dilakukan anggota DPRD Kota Bengkulu, pada Senin (21/2/2022).

Wakil Ketua Komisi III, Dedi Yanto mengatakan, pihaknya sudah memeriksa di gudang minyak goreng di kawasan Jalan Raden Fatah Kecamatan Selebar Kota Bengkulu.

"Di kawasan selebar adanya keterlambatan pengiriman minyak goreng premium, dari Provinsi Sumatera Selatan," kata Dedi Yanto, kepada TribunBengkulu.com

Ia menambahkan, di gudang minyak ini diperuntukkan untuk pasar tradisional, ada 1.700 dus minyak goreng premium.

"Keterangan pihak gudang, truk mengantar dari Banyuasin Sumatera Selatan harusnya pada 16 Februari lalu, namun sampai di sini 21 Februari," ujar Dedi Yanto.

Dedi Yanto menjelaskan, untuk di toko ritel modern di kawasan Kelurahan Bentungan, gudang toko ritel modern mengalami kekosongan.

"Di gudang toko ritel modern adanya kekosongan di pusat, dikarenakan pabrik minyak tidak memiliki stok. Biasanya dalam 1 bulan itu 13 kali pengiriman minyak goreng, namun saat ini hanya 3 kali pengiriman," jelas Dedi Yanto.

Dedi juga akan berkoordinasi dengan pihak kementerian terkait minyak goreng ini.

"Kita akan membuat telaah, dengan pihak dinas perindustrian dan perdagangan untuk di kirim ke Kementerian, agar memonitoring pabrik minyak goreng ini," kata Dedi Yanto.

Pimpinan Kepala Cabang Gudang Toko Ritel Modern, Arfan mengatakan, setiap hari pihaknya mendistribusikan minyak goreng ke 200 toko ritel modern Bengkulu.

"Sekarang pabrik kosong kita terhambat untuk mendistribusikan minyak goreng ini, kekosongan sejak bulan Januari lalu," ujar Arfan.

Sebelumnya, pasokan minyak goreng bersubsidi dengan harga Rp14.000 per liter masih tersendat di pasar tradisional di Kota Bengkulu.

Salah satunya di Pasar Panorama, Jalan Salak Raya. Di pasar ini, berdasarkan pantauan lapangan, minyak goreng bersubsidi tersedia.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved