Kisah Sukses Rahmadi Fitrianto, Petani Melon yang Raup Omzet Jutaan per Hari

Anak muda para generasi milenial di Kota Bengkulu kini mungkin lebih banyak yang ingin bekerja di pegawai negeri sipil (PNS) atau perusahaan besar

Penulis: Suryadi Jaya | Editor: M Arif Hidayat
Suryadi Jaya/Tribunbengkulu.com
Rahmadi Fitrianto petani melon di Kota Bengkulu saat sedang menyemprotkan pestisida anti bakteri dan fungi pada Sabtu (5/3/2022) pagi 

Laporan  Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya


TRIBUNBENGKULU.COM, KOTA BENGKULU - Anak muda para generasi milenial di Kota Bengkulu kini mungkin lebih banyak yang ingin bekerja jadi pegawai negeri sipil (PNS) atau bekerja di perusahaan besar. Bekerja di ruangan kantor yang modern dan ber-AC, pakaian rapi dan modis, hingga punya gaji yang gede. 

Berbeda dengan Rahmadi Fitrianto (42), sejak muda pria ini memilih menjadi petani, dan sejak tiga tahun terakhir ini, sarjana pertanian Universitas Bengkulu itu fokus budidaya melon.

Dirinya mengembangkan atau membudidayakan melon di tengah hiruk pikuk perkotaan Kota Bengkulu

"Awalnya saya berhenti bekerja dari perusahaan di Kalimantan dan kembali ke Bengkulu. Setelah itu saya memulai bertani melon bermodalkan pengalaman selama di perusahaan," ujar Kiting sapaan akrab Rahmad Fitrianto.

 

Bermodalkan semangat dan keuangan seadanya, dirinya nekat mengawali bertani di lahan milik orang lain dengan luas sekitar 600 m⊃2;. Awalnya, dia hanya menanam 100 bibit jenis sayuran saja karena kekurangan modal.

 

Meski demikian, hal itu tidak menutup kreativitas Kiting. Selain bertani melon ia pun menanam beberapa bunga dan ditata layaknya taman bunga. Areal perkebunan yang berada di tengah kota itu, membuat kreatifitasnya cepat dikenal luas masyarakat. 

"Karena banyak yang datang dan foto, dulu akhirnya viral," kata Kiting


Sejak viral itu banyak kalangan yang tertarik untuk membantu dan sempat memenangkan penghargaan. 

"Dulu kami dapat juara 1 untuk kampung berseri dan tahun berikutnya kami juga dapat penghargaan kampung tangguh," ucapnya. 


Kiting menyebutkan karena keberhasilannya dalam mengelola lahan pertanian menjadi lokasi agrowisata. Dirinya direkomendasikan mengelola lahan milik Pemerintah Kota Bengkulu hingga saat ini. 


"Dulunya ini milik Pemkot tapi sekarang sudah dihibahkan ke Polda Bengkulu, padahal dulu belum ada modal untuk mengelola lahan seluas ini, akhirnya saya menggadaikan sertifikat rumah," tuturnya. 

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved