Sejarah Kabupaten Bengkulu Selatan, Budaya dan Tempat Wisata
sejarah Kabupaten Bengkulu Selatan serta budaya dan tempat wisatanya. Tahun ini, 2022. Kabupaten Bengkulu Selatan telah berusia ke 73 tahun
Penulis: M Arif Hidayat | Editor: M Arif Hidayat
TRIBUNBENGKULU.COM - Tahun ini, 2022. Kabupaten Bengkulu Selatan telah berusia ke 73 tahun.
Bengkulu Selatan adalah salah satu kabupaten di Provinsi Bengkulu yang terletak di bagian Selatan.
Berdasarkan id.wikipedia.org, Bengkulu Selatan berdiri berdasarkan Keputusan Gubernur Militer Daerah Militer Istimewa Sumatra Selatan pada tanggal 8 Maret 1949 Nomor GB/27/1949 tentang pengangkatan Baksir sebagai Bupati Bengkulu Selatan 1945 – 1948, dulu namanya Kabupaten Manna Kaur.
Dan kembali berubah nama menjadi Kabupaten Seluma Manna Kaur di tahun 1948 – 1949.
Kemudian di tanggal 14 November 1956 dikuatkan dengan adanya Surat Keputusan Presiden RI dengan Undang-undang nomor 4 tahun 1956. (tambahan lembaran negara 109).
Kemudian, ada kesepakatan masyarakat pada 7 Juni 2005, dan dikuatkan oleh Pemerintah Daerah dengan mengeluarkan Perda nomor 20 tanggal 31 Desember 2005 dan diundangkan dalam Lembaran Daerah No. 13 Tanggal 2 Januari 2006 Seri C maka tanggal 8 Maret ditetapkan sebagai hari jadi Kabupaten Bengkulu Selatan.
Pemekaran Kabupaten Bengkulu Selatan
Seiring waktu berjalan, Kabupaten Bengkulu Selatan mengalami pemekaran wilayah menjadi Kabupaten Seluma, Bengkulu Selatan dan Kaur pada tahun 2003, hal itu tertuang pada Undang-undang nomor 3 tahun 2003.
Dari pemekaran wilayah itu, luas wilayah Kabupaten Bengkulu Selatan mencapai 1.186,10 km⊃2;dengan memiliki 11 kecamatan, 16 kelurahan, dan 142 desa.
11 kecamatan di Bengkulu Selatan diantaranya, Kecamatan Kota Manna, Kecamatan Pasar Manna, Kecamatan Manna, Kecamatan Seginim, Kecamatan Air Nipis, Kecamatan Bunga Mas, Kecamatan Kedurang, Kecamatan Kedurang Ilir.
Kecamatan Pino, Kecamatan Ulu Manna, dan Kecamatan Pino Raya.
Suku dan Bahasa di Bengkulu Selatan
Kabupaten Bengkulu Selatan memiliki bahasa Melayu Tengah yang memiliki dua dialek yakni dialek Besemah yang digunakan oleh masyarakat yang berada di Muara Sungai Kedurang hingga perbatasan Kabupaten kaur.
Kemudian, dialek Serawai yang mayoritas digunakan oleh masyarakat Kabupaten Bengkulu Selatan.
Sementara pada sensus penduduk tahun 2021, jumlah penduduk Bengkulu Selatan berjumlah 166.249 jiwa, dengan kepadatan 140 jiwa/km⊃2;.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/kantor-bengkulu-selatan.jpg)