Jumat, 8 Mei 2026

Mengais Rezeki dari Rusa di Halaman Rumah Dinas Gubernur Bengkulu, Eks Kediaman Gubernur Raffles

Puluhan rusa berkeliaran bebas di halaman rumah dinas Gubernur Bengkulu, Kota Bengkulu. Ini menjadi sumber pencarian beberapa warga di Bengkulu.

Tayang:
Penulis: Kartika Aditia | Editor: Yunike Karolina
Kartika/TribunBengkulu.com
Salah satu penjual sayuran untuk makanan rusa yang ada di halaman rumah dinas Gubernur Bengkulu. Keberadaan rusa yang dilepasliarkan di halaman menjadi sumber rezeki ibu tunggal ini. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Kartika Aditia

 

TRIBUNBENGKULU.COM - Puluhan rusa berkeliaran bebas di halaman rumah dinas Gubernur Bengkulu, Kota Bengkulu.

Bangunan megah ini dulunya pernah menjadi kediaman Gubernur Inggris Thomas Stamford Raffles, ketika masa kolonial di Bengkulu.

Nilai history, dan ditambah lagi jaraknya yang tidak jauh dari benteng Marlborough menjadikan kawasan sekitar rumah dinas gubernur ini sebagai salah satu tempat wisata di Kota Bengkulu.

Hal itu dimanfaatkan warga di Kota Bengkulu untuk mengais rezeki, dengan menjajakan sayur dan buah pepaya sebagai makanan rusa kepada pengunjung yang datang.

Seperti yang dilakukan Eva. Sudah hampir sekitar tiga tahun ini melakoni pekerjaan ini. 

Demi memenuhi kebutuhan hidup, ibu tunggal ini berjualan di kawasan Balai Semarak, rumah dinas Gubernur Bengkulu sejak pukul 07.00 WIB hingga menjelang magrib. 

Eva mengaku terpaksa berjualan sayuran dan buah untuk dijadikan makanan rusa yang dilepas berkeliaran di halaman yang saat ini menjadi rumah dinas Gubernur Bengkulu.

Karena kondisinya sebagai ibu tunggal yang ditinggal suaminya entah ke mana.

Untuk mengambil pekerjaan lainnya, Eva sudah tidak sanggup lagi karena usianya yang tidak muda lagi.

Sebelum memutuskan berjualan makanan rusa, Eva sempat berjualan kue.

"Dulu jual kue, tapi ibuk lah dak tahan bejalan. Kalau ini ni modalnyo kecik, cukup dengan modal di bawah Rp 50 ribu," kata Eva saat diwawancara TribunBengkulu.com, Kamis (10/3/2022).

Pendapatan Eva dari berjualan makanan rusa pun tak menentu.

Harga sayuran yang dijual Eva kepada pengunjung sekitar Rp 10 ribu. Kangkung dan pepaya yang dia jual itu dibeli di pasar dengan modal seadanya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved