Kamis, 11 Juni 2026

Mengenal Apa Itu Anxiety, Jenis, Gejala dan Penyebabnya

Dalam dunia Psikologis, istilah Anxiety digunakan untuk menggambarkan sebuah emosi negatif. Dalam kondisi tertentu, seseorang pasti pernah merasakan

Tayang:
Penulis: Kartika Aditia | Editor: M Arif Hidayat
Canva
Anxiety 

TRIBUNBENGKULU.COM - Dalam dunia Psikologis, istilah Anxiety digunakan untuk menggambarkan sebuah emosi negatif.

Dalam kondisi tertentu, seseorang pasti pernah merasakan kecemasan.

Rasa cemas atau Anxiety sebenarnya merupakan hal yang normal dirasakan sesorang ketika menghadapi situasasi yang menimbulkan rasa takut atau khawatir.

Meski begitu, anxiety juga perlu diwaspadai. Terutama jika  hal tersebut muncul tanpa sebab atau sulit dikendalikan, karena bisa jadi hal tersebut disebabkan oleh gangguan kecemasan (Anxiety Disorder).

Dalam dunia medis, rasa cemas dan gangguan kecemasan adalah dua hal yang berbeda.

 

Arti Kata Anxiety

Dilansir dari Healthline, Anxiety adalah respons alami tubuh terhadap stres.

Kondisi ini merupakan perwujudan dari perasaan takut atau khawatir tentang apa yang akan datang.

Contohnya ketika seseorang  berada di lingkungan baru, saat mulai masuk pada hari pertama sekolah, pergi ke wawancara kerja, atau memberikan pidato di depan orang banyak dan lain-lain.

Semua aktivitas tersebut dapat menyebabkan hampir setiap orang merasa takut dan gugup.

Dilansir dari artikel yang dipublikasikan Pusat Inovasi Psikologi Universitas Padjadjaran, kecemasan atau disebut juga anxiety adalah sebuah ‘alarm’ saat seseorang sedang merasa tertekan, terancam, ataupun mengalami situasi yang membuat stres dan tidak nyaman.

Secara sederhana definisi anxiety adalah rasa cemas yang dialami seseorang akibat berbagai macam hal yang menimbulkan khawatir, takut, gugup, dan sebagainya.

Jika perasaan cemas tersebut ekstrem, bertahan lebih dari enam bulan, dan mengganggu aktifitas sehari-hari, maka ada kemungkinan seseorang tersebut mengalami gangguan kecemasan atau anxiety disorder.

Gangguan kecemasan sendiri terbagi menjadi tiga jenis, yaitu:

Jenis Anxiety

Jenis Anxiety

1. Gangguan Kecemasan Sosial

Kondisi ini ditandai dengan munculnya ketakutan tak wajar saat berinteraksi dengan orang lain. Pengidap gangguan kecemasan tipe ini sering mengalami rasa malu yang berlebihan yang membuat mereka takut untuk bertindak.

2. Gangguan Kecemasan Menyeluruh

Gangguan kecemasan menyeluruh yang membuat pengidapnya merasa cemas dan takut berlebihan dalam jangka waktu yang lama. Pengidapnya seringkali ketakutan akan hal-hal yang bahkan belum tentu terjadi, seperti bencana alam, finansial, kesehatan, dan masih banyak lagi.

3. Gangguan Panik

Terakhir, gangguan panik, yang membuat pengidapnya lebih sering merasa sedang berada dalam kondisi yang menakutkan. Mereka seperti merasakan adanya teror terus-menerus, meski hal tersebut sebenarnya tidak terjadi.

Lalu, apa yang menjadi tanda anxiety disorder ini? Berikut beberapa di antaranya:

  • Sulit Tidur

Sulit tidur seringkali dikaitkan dengan masalah kesehatan yang terjadi pada tubuh, baik kesehatan fisik maupun mental.

Pasalnya, sulit tidur hampir selalu terjadi pada seseorang yang sedang dilanda stres, tertekan, cemas, dan depresi. Meski begitu, kalau kamu tidak bisa tidur selama berhari-hari karena perasaan khawatir tanpa sebab, bisa jadi kamu telah mengidap anxiety disorder.

  • Rasa Trauma

Sebuah studi yang dimuat dalam Journal of Anxiety Disorder mengemukakan bahwa salah satu tanda anxiety disorder yang sering terjadi adalah munculnya rasa trauma pada diri para pengidap. Umumnya, para pengidap akan sebisa mungkin menghindari semua hal yang bisa memicu munculnya rasa trauma tersebut agar tidak merasa ketakutan akan mengalami kejadian serupa.

  • Rasa Tegang pada Otot

Seseorang yang mengidap gangguan kecemasan akan sering mengalami tegang otot di beberapa bagian tubuhnya, seperti misalnya otot rahang yang mengeras dan sering mengepalkan tangan hingga gemetar. Ironisnya, terjadinya tanda anxiety disorder ini justru tidak disadari oleh pengidapnya hingga beberapa waktu kemudian. Ini menjadi cara bagi para pengidap untuk mengontrol rasa cemas yang berlebihan.

  • Sering Panik

Kamu sering mendapati diri merasa panik secara tiba-tiba tanpa sebab yang jelas? Kamu perlu waspada, karena serangan panik juga menjadi salah satu gejala dari gangguan kecemasan. Biasanya, kondisi ini diikuti oleh jantung yang berdebar kencang, keluarnya keringat dingin pada tubuh, juga nyeri di bagian dada dan perut. Gejala ini bisa terjadi berulang kali dalam kurun waktu tertentu.

  • Rasa Takut yang Tidak Wajar

Setiap orang pasti memiliki rasa takut terhadap suatu hal, seperti takut pada hewan atau benda tertentu, takut terbang, dan lain sebagainya. Rasa takut yang berlebihan dan tak wajar ini akan menuju ke arah fobia. Sebenarnya, fobia menjadi tanda anxiety disorder yang cukup serius, karena para pengidapnya cenderung merasa takut secara berlebihan terhadap suatu hal.

 

Berbagai Gejala Anxiety

 

Munculnya rasa cemas karena harus berhadapan dengan situasi atau keadaan yang dianggap dapat menimbulkan stres adalah hal yang normal.

Orang yang cemas biasanya akan merasakan gejala-gejala berikut ini:

  • Gugup, gelisah, dan tegang
  • Detak jantung cepat
  • Napas cepat
  • Gemetaran
  • Sulit atau bahkan tidak bisa tidur
  • Banyak berkeringat
  • Tubuh terasa lemas
  • Sulit konsentrasi
  • Adanya perasaan seperti akan ditimpa bahaya

 

Penyebab Gejala Anxiety

 

Menurut Beyondblue.org.au, ada sejumlah faktor yang ikut berperan dalam memicu munculnya rasa cemas dalam diri seseorang seperti kepribadian, pengalaman hidup yang sulit, dan kesehatan fisik. 

Berikut adalah penyebab anxiety :

  • Riwayat Keluarga dengan Kondisi Kesehatan Mental

Faktor genetik ternyata bisa menjadi salah satu penyebab munculnya kecemasan dalam diri seseorang.

Dengan begitu artinya, orang yang berasal dari keluarga yang memiliki riwayat dengan masalah kesehatan mental akan lebih mudah terserang rasa cemas.

Seperti disebutkan sebelumnya, anxiety adalah respons alami tubuh terhadap segala sesuatu yang dapat menimbulkan stres.

Beberapa orang yang mengalami kondisi kecemasan mungkin memiliki kecenderungan genetik terhadap kecemasan dan kondisi ini terkadang dapat diturunkan dalam sebuah keluarga.

Kepribadian
Sejumlah penelitian sudah membuktikan kalau seseorang dengan kepribadian tertentu dapat dengan mudah merasa cemas. Contohnya pada orang yang kurang percaya diri. Terkadang dia akan mengalami kecemasan pada masa kanak-kanak, remaja, atau dewasa.

  • Peristiwa yang Muncul

Peristiwa buruk yang menimpa seseorang biasanya akan memicu munculnya rasa cemas.

Sebab cemas atau anxiety adalah reaksi normal terhadap stres.

Beberapa peristiwa buruk seperti di bawah ini bisa menimbulkan anxiety:

Kehilangan orang yang dicintai.

Pelecehan verbal dan seksual yang bisa menimbulkan rasa trauma.

Masalah keluarga dan hubungan asmara. Masalah pekerjaan.

Dan lainnya. Selain penyebab, orang yang mengalami anxiety biasanya akan mengalami beberapa gejala.

Itu tarti dari kata Anxiety dan perbedaanya anatara Anxiety dengan Anxiety Disorder. Jika kalian mengalami satu diantara gejala tersebut, dan dirasa sudah sangat berlebihan maka segeralah bertanya kepada dokter.

 

 

 

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved