Arti Kata
Ternyata Bukan Makanan Buka Puasa, Ini Arti Kata Takjil yang Sebenarnya
Takjil merupakan istilah yang sudah sangat familiar di telinga kita. Dan kata "Takjil" ini hanya diucapkan ketika bulan puasa.
Penulis: Yuni Astuti | Editor: M Arif Hidayat
TRIBUNBENGKULU.COM - Takjil merupakan istilah yang sudah sangat familiar di telinga kita. Dan kata "Takjil" ini hanya diucapkan ketika bulan puasa. Biasanya kata "Takjil" ini sering digunakan untuk istilah hidangan makanan yang akan disantap ketika berbuka puasa.
Ternyata, arti kata Takjil bukan makanan berbuka puasa loh.
Ketika bulan puasa juga ramai orang yang menjual makanan di pinggir jalan baik dari beberapa macam menu makanan serta minuman, sudah disiapkan oleh para pedagang untuk mereka jual. Biasanya masyarakat membeli makanan mereka ketika bulan puasa disebut dengan membeli "Takjil".
Namun apa arti "Takjil" sebenarnya? Apakah arti kata "Takjil" berkaitan dengan makanan atau minuman sebagai menu berbuka puasa? Berikut ini kami akan mengulas apa arti kata dari "Takjil".
1. Dikutip dari KHAZANAH, istilah Takjil atau تَعْجِيلُ berarti percepatan, penyegeraan, buru-buru, tergesa-gesa, bergegas, merupakan isim mashdar dari kata kerja عَجَّلَ – يُعَجِّلُ berarti mempercepat.
Orang yang mempercepat / menyegerakan disebut Mu’ajjil (مُعَجِّل).
Misalnya تعجيل الزكاة berarti menyegerakan / mempercepat mengeluarkan zakat, تَعْجِيلُ الصَّلَاةِ menyegerakan sembahyang, dan تَعْجِيلُ الْإِفْطَارِ atau تَعْجِيل الْفِطْرِ berarti menyegerakan berbuka puasa. Al-Fithr (الْفِطْر) berarti buka puasa atau pembatalan puasa.
Pembatalan puasa / berbuka puasa lumrahnya dengan makanan maupun minuman, namun bisa dengan hal lain, misalnya hubungan suami-istri (jima’) dan lainnya.
Ketika kata Ta’jil “dipinjam” oleh masyarakat Indonesia maka diartikan sebagai makanan/ menu buka puasa dengan maksud makanan tersebut akan dinikmati dalam upaya menyegerakan berbuka puasa.
2. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata takjil memiliki arti mempercepat dalam berbuka puasa. Kata ini berakar dari kata 'ajila dalam bahasa Arab yang memiliki arti menyegerakan, sehingga takjil bermakna perintah untuk menyegerakan untuk berbuka.
Dalam hal berbuka puasa Nabi Muhammad SAW menganjurkan umat muslim untuk menyegerakan berbuka puasa hal ini ia ungkapkan dalam sebuah hadis.
Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallahu’anhu sebagai berikut:
بَكِّرُوْا بِالإفْطَارِ، وَأَخِّرُوْا السَّحُوْرَ
Artinya: “Segerakanlah berbuka dan akhirkanlah sahur.”
Dikutip dari NU Online ada dua hikmah menyegerakan berbuka puasa yakni :
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Ramadhan-Kareem.jpg)