Napi Asimilasi Ditangkap Jual Narkoba, Kalapas Curup: Asimilasi Dicabut, Sisa Pidana Dijalani

Tim Macan Suban Polres Rejang Lebong mengungkap 3 kasus penyalahgunaan narkotika di wilayah hukum Rejang Lebong.

Panji/TribunBengkulu.com
Konferensi pers di Polres Rejang Lebong terkait peredaran kasus peredaran narkoba di Kabupaten Rejang Lebong, Selasa (22/3/2022) 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

 

TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG - Tim Macan Suban Polres Rejang Lebong mengungkap kasus penyalahgunaan narkotika di wilayah hukum Rejang Lebong.

Ada 6 tersangka diamankan dari 3 kasus yang diungkap. Di antara tersangka ini diamankan salah seorang bandar narkoba di Kota Curup berinisial NS (26) warga Kecamatan Curup.

NS merupakan narapidana penerima asimilasi.

Kasat Resnarkoba Polres Rejang Lebong, Iptu Susilo mengatakan, tersangka NS diamankan setelah pihaknya mengamankan 2 orang sebelumnya berinisial GK (20) dan AD (23).

"NS ini biasanya kalau membeli barang bisa sampai 10 gram lalu di pecah-pecah untuk dijual" kata Kasat Resnarkoba Polres Rejang Lebong, pada Rabu (23/3/2022).

Ia menambahkan NS yang merupakan napi asimilasi ini sudah lama melakukan peredaran narkoba di Kabupaten Rejang Lebong.

"NS ini sudah 1 tahun belakangan mengedarkan sabu di Kabupaten Rejang Lebong, namun NS ini tidak secara langsung bersentuhan langsung dengan konsumen," ujar Iptu Susilo.

Sementara itu, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas 2A Curup Bambang Wijanarko mengatakan, pihaknya belum menerima surat resmi dari pihak Polres Rejang Lebong.

"Jika benar yang bersangkutan (NS) merupakan napi yang mendapat asimilasi nanti akan kita proses," kata Bambang Wijanarko, saat dihubungi oleh TribunBengkulu.com melalui Whatsapp.

Lebih lanjut Bambang menerangkan, napi penerima asimilasi yang kembali berulah maka akan dicabut asimilasinya. Harus menjalani proses sisa pidananyan serta tidak mendapatkan program integrasi.

Sebagai informasi, GK, AD, dan NS disangkakan pasal 112 dan atau 114 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dan penjara maksimal 20 tahun.

Polisi juga mengamankan barang bukti berupa 3 paket kecil narkotika jenis sabu, 1 paket besar sabu, alat hisap sabu, 2 unit handphone, uang tunai sebesar Rp 4.285.000 serta 1 unit sepeda motor. 

Ikuti kami di

AA
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved