Mengenal Tes Kesehatan Jiwa Polri dan TNI, Contoh Soal Hingga Panduan Menjawabnya
Dalam proses tahapan seleksi calon anggota TNI atau Polri, biasanya peserta akan menemui soal tes kesehatan jiwa (keswa).
Penulis: Kartika Aditia | Editor: M Arif Hidayat
4. Psikopat
Karena prilakunya yang antisosial dan merugikan orang-orang terdekatnya. Psikopat tak sama dengan gila (skizofernia/psikosis) karena seorang psikopat sadar sepenuhnya atas perbuatannya.
Berapa Aoal Tes Kesehatan Jiwa (Keswa) untuk Seleksi TNI dan POLRI?
Untuk Tes kesehatan jiwa, biasanya akan ada sekitar 600 soal yang harus dikerjakan dalam waktu kurang lebih 120 menit.
Soal tes kesehatan jiwa biasanya berupa pertanyaan mendasar tentang kepribadian yang dapat melihat dan mengukur ketepatan, konsistensi, dan ketertarikan seseorang terhadap sesuatu.
Beberapa Aspek Seleksi Kesehatan Jiwa Polri
Mengutip dari buku "Tes Masuk TNI Polri Paling Akurat" oleh Wulan Sasmita, seleksi pada contoh soal Keswa meliputi beberapa aspek, di antaranya:
a. Faktor kecerdasan umum, kemampuan praktis, kemampuan verbal, dan kemampuan abstrak
b. Faktor kepribadian prososial, penyesuaian diri, pengendalian diri, dan kepercayaan diri
c. Faktor minat humanisme, demokratis, prosedural, pelayanan sosial, kebenaran, dan adil
d. Sikap kerja daya tahan, kecepatan, dan ketelitian.
Kesehatan jiwa adalah bagian integral dari kesehatan dan merupakan kondisi yang memungkinkan perkembangan fisik, mental dan sosial individu secara optimal, dan yang selaras dengan perkembangan orang lain.
Seseorang yang “sehat jiwa” mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
- Merasa senang terhadap dirinya serta
- Mampu menghadapi situasi?
- Mampu mengatasi kekecewaan dalam hidup
- Puas dengan kehidupannya sehari-hari
- Mempunyai harga diri yang wajar
- Menilai dirinya secara realistis, tidak berlebihan dan tidak pula merendahkan
- Merasa nyaman berhubungan dengan orang lain serta
- Mampu mencintai orang lain
- Mempunyai hubungan pribadi yang tetap
- Dapat menghargai pendapat orang lain yang berbeda
- Merasa bagian dari suatu kelompok
- Tidak “mengakali” orang lain dan juga tidak membiarkan orang lain “mengakah” dirinya
- Mampu memenuhi tuntutan hidup serta
- Menetapkan tujuan hidup yang realistis
- Mampu mengambil keputusan
- Mampu menerima tanggungjawab?
- Mampu merancang masa depan
- Dapat menerima ide dan pengalaman baru