Siswi Madrasah di Kaur Jadi Korban Rudapaksa Pria Beristri dan Seorang Remaja, Modusnya Dipacari

Seorang siswi madrasah yang masih berumur 15 tahun di Kaur jadi korban rudapaksa oleh dua orang laki-laki.

Penulis: Romi Juniandra | Editor: Yunike Karolina
TribunNews.com
Ilustrasi. Siswi madrasah di Kaur menjadi korban rudapaksa dua pria. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra

 

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Seorang siswi madrasah yang masih berumur 15 tahun di Kaur jadi korban rudapaksa oleh dua orang laki-laki.

Tersangka berinisial EK (21 tahun), warga Kecamatan Tanjung Kemuning, Kaur. EK sendiri ternyata sudah memiliki anak dan isteri.

Lalu, tersangka lainnya masih di bawah umur, dengan inisial YO (17 tahun), warga Kecamatan Kaur Utara, Kaur.

Peristiwa naas ini dialami korban pada Minggu (27/3/2022) lalu. 

Saat itu, korban yang berkenalan dan berpacaran dengan tersangka EK melalui facebook dibawa ke sebuah pondok kebun.

Di pondok ini, EK melakukan perbuatan.

Setelah menjalani aksinya, tersangka EK bertemu tersangka YO. Oleh YO, korban kemudian dibawa ke rumah kosong, dan kemudian kembali dirudapaksa.

Setelah puas, para tersangka kemudian meninggalkan korban. Korban lalu pulang ke rumahnya dan melapor ke orangtuanya.

Orang tua korban kemudian melaporkan perbuatan tersangka ke pihak kepolisian, yang kemudian mengamankan para tersangka.

"Dari dua tersangka ini, satu kita tahan. Tersangka YO tidak kita tahan dan hanya wajib lapor karena masih anak di bawah umur," ujar Kasat Reskrim Polres Kaur, Iptu Indro Witayudha Prawira kepada TribunBengkulu.com, Kamis (7/4/2022).

Menurut Iptu Indro, pihaknya masih terus melakukan pengembangan kasus ini, termasuk kemungkinan adanya pelaku lain.

"Untuk sementara ini dua tersangka dengan dua TKP yakni di pondok dan di rumah kosong," kata dia.

Kepada para tersangka, dijerat dengan Tindak Pidana Persetubuhan dan atau Pencabulan Terhadap Anak di Bawah Umur sebagaimana dimaksud dalam pasal 81 dan atau pasal 82 UU RI Nomor 17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU RI Nomor 1 tahun 2016 tentang Perubahan kedua atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara.

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved