Maspro Jilid II

Menteri BUMN, PUPR dan Perhubungan Tanggapi Masukan Lima Gubernur di Sumbagsel

Tiga menteri menanggapi kebutuhan lima provinsi yang disampaikan oleh para gubernur pada Seminar Membangun Aglomerasi Sumbagsel Jilid II.

Editor: Yunike Karolina
Menteri BUMN, PUPR dan Perhubungan Tanggapi Masukan Lima Gubernur di Sumbagsel 

"Padahal inilah yang jadi kekuatan kita.
Ini penting sekali, yang tadi dinamakan kawasan industri terpadu di Babel perlu dipertimbangkan. Apalagi Presiden sudah bekerja keras untuk menarik investor dari luar negeri untuk mengeser semikonduktor di negera lain ke Indonesia.

"Karena semikonduktor perlu timah sebagai soldernya dan juga Indonesia mempunyai penduduk yang cukup besar, 273 juta dimana hari ini 54 persen gen z dan milenial artinya ada market dan sumberdaya manusia yang siap pakai. Kalau Babel fokus maka hasilnya luar biasa," katanya

Ia pun mencontohkan, seperti di Batang Jawa Tengah, dari 4600 hektare hampir 2000 hektare sudah terinvestasi dalam waktu dua tahun. Artinya ada investasi masuk dan pertumbuhan ekonomi terjamin serta terbuka lapangan pekerjaan. Batang tidak ada apa-apa, hanya sebuah kawasan industri.

"Saya lebih mendorong bagaimana kolaborasi Pemerintah Daerah dan Pusat, bagaimana timah ini bisa dicari solusinya bersama. Toh ini income yang besar dan off taker nya ada," katanya

Menurutnya, pangan jadi hal yang sangat penting kedepan. Kalau bicara pangan di kementerian BUMN mengenalkan namanya program Makmur (Mari Kita Majukan Usaha Rakyat), targetnya 200 ribu hektare sekarang baru 80 hektare khususnya Sumbagsel ada 8 hektare. Ini yang membedakan dengan program sebelumnya, dimana kalau program sebelumnya petani hanya diberikan pembiayaan tanpa pendamping bahkan kalau gagal panen didiamkan dan tidak ada off takernya.

Makmur ini ada fokus pada lima hal yaitu sawit, gula, kopi, padi dan jagung.
Progam ini bisa berhasil kalau didukung oleh pemerintah daerah dan Kementerian lainnya. Petani diberikan dana dari Himbara, lalu diberikan pupuk yang tepat waktu tapi non subsidi, tetapi bibit yang benar. Didampingi Jasindo kalau gagal panen. Hasilnya 100 persen di off taker.

"Para gubernur dan bupati agar mendorong program Makmur, agar lebih besar dan harus berkomitmen sama-sama. Jenisnya tidak boleh beda-beda, kalau beda-beda tidak memungkinkan dan jadi berat dari segi logistiknya," katanya

Lalu ada juga progam sawit untuk rakyat. Indonesia ini produksi sawitnya 46 juta dan Malaysia 18 juta, tapi dengan adanya perang Ukraina dan Rusia efeknya menguncang 20 persen minyak nabati.

"Banyak negara Eropa yang tadinya menolak beli sawit, tapi sekarang diam-diam beli sawit artinya kalau kita bisa tunjukan ke negara lain bahwa kita punya ekosistem yang besar maka itu akan jadi peluang yang bagus," katanya

Menurutnya, kebutuhan minyak hayati penting dan ada market yang hilang.
Inilah yang didorong, tentu di Sumbagsel jangan kalah dengan Sumut karena sawit trend nya luar biasa.

"Terlepas dari infrastruktur yang dijalankan tapi ini software yang bisa dijalankan dan fokus pada titik-titik yang tepat itu bisa jadi kunci," cetusnya

Menurutnya, untuk Kopi ada 6200 hektare dan akan ditinjau bagaimana kelanjutannya. Jambi, Lampung dan Sumsel harus berterimakasih pada pak Basuki.

"Indonesia Investment Authority (INA), bersama kementerian memberikan solusi, ketika jalan tol tidak lagi berdasarkan hutang tapi investasi. Karena kita harus menekan beban hutang kita," bebernya.

Masih kata Erick Thohir, INA sudah bertransaksi untuk tol Sumatera dan Jawa sebesar Rp 39 triliun yang diharapkan dengan kesehatan HK dan Waskita bisa meneruskan jalan tol lain yang ada di Sumatera. Karena kalau mau berhutang berat sekali, namun karena hutang turun dengan investasi maka jalan tol bisa dikembangkan lagi.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved