Respon Pemkab Rejang Lebong soal Harga Tomat yang Anjlok, Ini Solusi dari Kadis Pertanian
Anjloknya harga sayuran khususnya tomat ikut direspon Pemkab Rejang Lebong melalui Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten (Distankan) Rejang Lebong.
Penulis: Muhammad Panji Destama Nurhadi | Editor: Yunike Karolina
Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama
TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG - Anjloknya harga sayuran khususnya tomat ikut direspon Pemkab Rejang Lebong melalui Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten (Distankan) Kabupaten Rejang Lebong.
Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten (Distankan) Kabupaten Rejang Lebong, Zulkarnain, mengatakan prihatin atas harga yang anjlok.
"Petani harus membentik kelompok tani, sehingga bisa mengakses bantuan dari pemerintah," kata Zulkarnain kepada TribunBengkulu.com, Senin (18/4/2022).
Ia menambahkan, kelompok tani ini akan sangat membantu jika terjadi sesuatu dengan petani.
"Petani dapat mengakses bantuan berupa sarana produksi pupuk bersubsidi, benih dan lain-lain. Dengan berkelompok bisa mengatur pola tanam," ujar Zulkarnain.
Lanjut zulkarnain, tak hanya itu petani juga bisa mendapatkan asuransi dari pemerintah.
"Jika terjadi gagal panen, petani yang memiliki asuransi pertanian dapat mendapatkan asuransi tersebut, lalu kelompok tani juga dapat memanfaatkan KUR, untuk modal berusaha," jelas Zulkarnain
Tak hanya itu saja, Zulkarnain menambahkan, jika petani ini berkelompok maka bisa mendapat bimbingan dari Penyuluh Pertanian lapangan (PPL).
"Mengikuti anjuran dan saran dari PPL, baik pola tanam maupun komoditas yang cocok untuk musim tertentu, dan pertanian digital sudah harus dibumikan," kata Zulkarnain.
Diberitakan sebelumnya, harga sayuran khususnya tomat di Kabupaten Rejang Lebong anjlok. Tidak hanya pengepul yang kecewa tetapi juga petani di Rejang Lebong.
Kecewa dengan harga tomat yang anjlok, ratusan kilogram tomat-tomat yang siap panen dibiarkan begitu saja hingga membusuk di kebun.
Salah seorang petani di Selupu Rejang Kabupaten Rejang Lebong, Roni Saputra (24) mengatakan, dengan harga tomat yang anjlok dirinya mengalami kerugian.
"Lebih mahal perawatan dari pada penjualannya, apalagi jika musim hujan pasti racun yang dibutuhkan lebih banyak," kata Roni Saputra saat ditemui TribunBengkulu.com di kebunnya, Jumat (15/4/2022).
Ia menambahkan untuk 1 hektare kebun saja membutuhkan racun sekitar 30 kilogram.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Kepala-Dinas-Pertanian-Rejang-Lebong-Zulkarnain.jpg)