Jumat, 5 Juni 2026

Tragedi Jembatan Putus Bengkulu Selatan

Misteri Pria Berbaju Merah di Atas Jembatan Selepah Saat Ambruk dan Mobil Terjun, Bukan Penumpang

Dari video tampak ada seorang pria berbaju merah yang terbaring di atas jembatan. Sementara jembatan itu sudah ambruk dan mobil sudah di sungai.

Tayang:
Penulis: Beta Misutra | Editor: prawira maulana
HO
Pria berbaju merah yang terekam oleh siaran live facebook Desi Wadimin. 

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU – Seorang perempuan dengan akun facebook Desi Wadimin melakukan live facebook sesaat setelah tragedy ambruknya jembatan dan jatuhnya mobil di Bendungan Selepah Bengkulu Selatan.
 
Desi Wadimin yang belakangan diketahui bernama asli Desi Puspitasari dengan histeris melaporkan dan minta pertolongan lewat live facebook.
 
TribunBengkulu.com mewawancarai Desi Puspitasari di rumahnya yang persis berada di pangkal jembatan, Kamis (21/4/2022).
 
Dari video yang disiarkan Desi tampak jelas betapa mengerikannya kejadian itu.

(Simak Laporan Lengkap: Tragedi Jembata Bengkulu Selatan)
 
Dari video tampak ada seorang pria berbaju merah yang terbaring di atas jembatan.
 
Sementara jembatan itu sudah ambruk dan mobil sudah di sungai.

Pria itu tampak terkulai lalu bangun. Dia tampak seperti korban.
 
Ternyata orang berbaju merah itu bukan penumpang mobil naas itu. Menurut Desi orang tersebut adalah pemilik dari mobil angkutan itu.
 
“Itu adalah pemilik mobil. Dia juga panik karena sopir mobil itu adiknya sendiri,” kata Desi.
 
Pemilik mobil saat itu tidak berada dalam mobil.


 
Mengacu data dari kepolsian, diduga orang tersebut bernama Bulhaji, berumur 42 tahun.
 
Sementara adiknya yang menjadi sopir adalah Niko, berumur 33 Tahun beralamat di Pasar Baru Kecamatan Seginim.
 
Desi juga menceritakan tentang Mahira, bocah berusia 6 tahun yang tewas pada tragedi itu.
 
Menurutnya seesudah kecelakaan itu dia melihat tubuh Mahira di sudah di luar mobil dengan kondisi berlumuran darah.

Live Facebook Desi Wadimin Minta Pertolongan

Info pertama kali tentang putusnya Jembatan bendungan Selepah Bengkulu Selatan dan jatuhnya satu unit mobil beserta penumpang pertama kali disebarkan oleh seorang perempuan bernama Desi Puspitasari.
 
Desi saat itu histeris lalu meminta pertolangan orang dengan melakukan live facebook.

Videonya ditonton ramai sehingga kabar tragedi itu cepat menyebar.
 
Dari live yang disiarkan Desi lewat akun faceboknya Desi Wadimin tampak jelas bagaimana kondisi tragedi itu sesaaat setelah kejadian.
 
Dari video terlihat tampak ada tubuh manusia berbaju merah yang ada di jembatan lalu mobil sudah ada di bawah.
 
Desi terus melaporkan dengan histeris sambil menangis meminta pertolangan agar cepat datang.


TribunBengkulu.com mewawancarai Desi, Kamis (21/4/2022).
 
Rumah Desi ternyata persis berada di pangkal jembatan sehingga dia yang pertama kali melihat musibah itu.
 
“Aku lagi duduk di depan dan mobil itu lewat. Sudah aku ingatkan jangan lewat,” kata Desi.
 
Lalu kemudian Desi masuk ke rumah. Saat dia masuk ke rumah peristiwa naas itu terjadi.
 
 
“Pas aku masukke ke dalam mobil sudah jatuh. Posisinya sudah jatuh aku langsung lari,” katanya.
 
Desi menceritakan kenapa akhirnya ia berinisiatif untuk melakukan live facebook.
 
“Aku itu bingung cari masyarakat posisi saat itu hujan orang melintas tidak ada
Mau menelon banyak tak aktif,” katanya.
 
“Lalu aku berinisiatif live facebook karena pasti ramai orang tahu sehingga cepat datang,” katanya.
 
Benar saja, live facebook itu ditonton sangat ramai sehingga informasi cepat menyebar dan bantuan segera datang.

 

Penuturan Korban

Sinarhan, salah satu korban yang selamat dalam tragedi Jembatan Bendungan Selepah yang putus menceritakan kepada TribunBengkulu.com detik-detik kejadian.
 
Sinarhan saat ini dirawat di rumahnya dalam keadaan bahu yang terluka.
 
Mobil syarat penumpang itu sudah melintasi jembatan sejauh lebih dari setengahnya.
 
“Tapi entah kenapa kemudian sopir menghentikan mobil sejenak. Lalu memutuskan melanjutkan lagi perjalanan. Lalu seketika itu pulalah jembatan itu ambruk dan mobil terjadtuh,” kata Sinarhan.
 
Sinarhan saat itu duduk di kursi baris ketiga. “Kursi ketiga maksudnya kursi sopir, di belakang sopir lalu kursi saya. Di belakang saya ada dua baris lagi kursi,” katanya,
 
Lalu mobil itu jatuh.
 
Ia mengaku sadar saat baju dan celananya sudah basah.
 
Saat itu dia berusaha keluar dari mobil.
 
“Saat itu warga belum ada. Jadi sadarnya saya waktu itu atau keluar dari mobil sudah dalam keadan basah, berusaha naik ke atas meraba. Ingat jangan sampai masuk ke air, jadi berusaha untuk naik ke atas,” katanya.
 
Begitu naik ke atas, dia mengingat belum ada orang atau korban lain yang mengikuti
 
Saat itu tapi dirinya sudah mendengar teriakan dari seorang perempuan yang belakangan diketahui merupakan istri dari Wagimin yang berteriak meminta pertolongan.
 
Istri Wagimin yang dimaksudnya adalah perempuan live facebook sesaat setelah mobil itu jatuh dan meminta pertolongan. Videonya hingga kini ditonton jutaan orang.
 

Kronologi

Tragedi jembatan putus di bendungan Selepah, Kecamatan Air Nipis, Bengkulu Selatan menyebabkan bus angkel yang melintasi jembatan terjun ke sungai. Akibatnya 9 orang menjadi korban.

9 orang tersebut diketahui merupakan sopir, kenek dan penumpang Minibus Mitsubishi Canter dengan nomor polisi BH 7845 FU yang jatuh dari atas jembatan saat jembatan ambruk 

Bus diketahui berangkat dari Provinsi Jambi menuju Desa Penandingan Kecamatan Air Nipis Kabupaten Bengkulu Selatan.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved