Tragedi Jembatan Putus Bengkulu Selatan
UPDATE Jembatan Putus di Bengkulu Selatan: Inilah Janji Gubernur Bengkulu
Respon cepat ditunjukan Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah atas tragedi jembatan putus di Kabupaten Bengkulu Selatan. Inilah janji Gubernur Bengkulu.
TRIBUNBENGKULU.COM - Respon cepat ditunjukan Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah atas tragedi jembatan putus di Kabupaten Bengkulu Selatan, Rabu (20/2/2022).
Rohidin mengunjungi sejumlah korban kecelakaan bus engkel yang terjun ke sungai akibat jembatan Bendungan Selepah putus.
Termasuk kediaman duka Mahira di Desa Penandingan Kecamatan Seginim. Gadis umur 6 tahun ini merupakan salah satu korban meninggal dunia.
"Ini sebagai bentuk perhatian saya sebagai kepala daerah. Sekali lagi masalah jembatan saya sudah minta BPBD, Dinas PUPR agar jembatan ini bisa segera diperbaiki, karena ini menjadi akses bagi masyarakat juga. Apalagi mau lebaran," kata Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah dihadapan warga saat di rumah duka.
Namun jika jembatan ini nanti nya sudah diperbaiki kembali, Rohidin meminta agar ada tulisan peringatan untuk tidak melintasi jembatan ini melebihi beban maksimal dari sebuah jembatan gantung.
"Jangan ada saling menyalahkan lagi. Kedatangan saya ke sini juga untuk memastikan jembatan rusak itu diperbaiki. Jadi lebaran nanti Insya Allah bisa segera diperbaiki," ungkap Rohidin.
Diberitakan sebelumnya, tragedi jembatan putus di bendungan Selepah, Kecamatan Air Nipis, Bengkulu Selatan menyebabkan bus angkel yang melintasi jembatan terjun ke sungai. Akibatnya 9 orang menjadi korban.
9 orang tersebut diketahui merupakan sopir, kenek dan penumpang Minibus Mitsubishi Canter dengan nomor polisi BH 7845 FU yang jatuh dari atas jembatan saat jembatan ambruk
Bus diketahui berangkat dari Provinsi Jambi menuju Desa Penandingan Kecamatan Air Nipis Kabupaten Bengkulu Selatan.
Data terhimpun oleh TribunBengkulu.com, 5 orang di antaranya dirawat di RSUD Hasanuddin Damrah yakni Yopi Novitasari (32) dan suaminya Siharmin (37) warga Desa Penandingan.
"Untuk kedua korban ini saat ini mengalami luka-luka dan masih dalam keadaan trauma," ujar Hepti, salah satu petugas Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Hasanuddin Damrah kepada TribunBengkulu.com, Rabu (20/4/2022).
Selanjutnya Niharmaini (40) Warga dan suaminya Nisarman warga Desa Suka Negeri dan Nico Ade yang merupakan sopir minibus yang kecelakaan akibat ambruknya jembatan Bendungan Selepah Kabupaten Bengkulu Selatan.
"Pasangan suami istri Niharmaini dan Nisarman ini keduanya mengalami patah bahu sebelah kanan. Sedangkan Sopir hanya mengalami luka-luka saja," kata Hepti.
Selanjutnya ada 2 orang yang dinyatakan meninggal dunia yakni anak perempuan bernama Mahira (6) warga Desa Penandingan dan Sulas sebelumnya terbuat Silas (35) warga Desa Sukarami Kecamatan Air Nipis.
"Untuk korban atas nama Mahira yang anak perempuan itu merupakan anak dari pasangan Yopi Novitasari dan Siharmin. Kabarnya sudah dibawa ke rumah duka," ungkap Hepti.
Sedangkan sisa 2 orang korban lagi sebelumnya sempat dirawat di Puskesmas Seginim yakni Yopi (38) yang merupakan kenek dari minibus dan suami dari Sulas korban meninggal dunia yang belum diketahui namanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Gubernur-Bengkulu-Kunjungi-Kediaman-Duka.jpg)