Jembatan di Jalinbar Bengkulu - Padang Terancam Ambruk, Ini yang akan Dilakukan Polisi

Dirlantas Polda Bengkulu, Kombes Pol Sumardji mengatakan jembatan di jalinbar penghubung Bengkulu - Padang, tepatnya di Batik Nau

Penulis: Romi Juniandra | Editor: Yunike Karolina
Romi/TribunBengkulu.com
Dirlantas Polda Bengkulu, Kombes Pol Sumardji. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra


TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Dirlantas Polda Bengkulu, Kombes Pol Sumardji mengatakan jembatan di Jalan Lintas Barat (jalinbar) penghubung Bengkulu - Padang, tepatnya di Batik Nau dan Ketahun terancam ambruk.

Dua jembatan ini, kata Sumardji, sudah tidak mampu lagi menahan beban kendaraan dengan tonase diatas 10 ton.


"Kalau itu dipaksakan, tidak lama lagi jembatan ini akan roboh," kata Sumardji kepada TribunBengkulu.com, Jumat (22/4/2022).


Karena jembatan ini terancam roboh, pihak Ditlantas akan melakukan pengalihan bagi kendaraan yang bertonase di atas 10 ton ini.


Polisi, kata Sumardji, akan melakukan razia di sekitar jembatan. Razia ini akan dimulai pada 26 April 2022 nanti. Kendaraan dengan tonase diatas 10 ton akan disuruh putar balik.


"Apabila kendaraan yang melintas kapasitasnya diatas 10 ton, maka akan kita kembalikan," ujar Sumardji.


Menurut Sumardji, rata-rata kendaraan yang bertonase di atas 10 ton adalah kendaraan angkutan barang.


"Terutama, yang berkaitan dengan tambang dan perkebunan," kata Sumardji.


Pihak Ditlantas, lanjut Sumardji, memperhatikan betul persoalan ini. Menurut Sumardji, polisi tidak ingin ada kendala fatal bagi masyarakat yang ingin mudik.

 

"Kami protect betul. Kami tak menginginkan saat masyarakat ingin mudik, ada kendala fatal," ungkap Sumardji.

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved