Viral Video Penampakan Harimau di Bukit Resam Lebong, Begini Penjelasan BKSDA

Muncul video viral yang memperlihatkan wujud diduga sang raja rimba di media sosial instagram.

IG Bengkulu Info
Kolase tangkapan layar dari video video Viral yang diduga memperlihatkan harimau di jalan kawasan Bukit Resam Lebong, Kamis (12/5/2022). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama


TRIBUNBENGKULU.COM, LEBONG - Muncul video viral yang memperlihatkan wujud diduga sang raja rimba di media sosial instagram.

Akun IG Bengkulu Info yang membagikan video tersebut, berdurasi 50 detik ini telah disukai sebanyak 9.016 dan 721 komentar, sejak pukul 13.38 WIB, Jumat (13/5/2022).

Dalam diskripsi akun menuliskan, beredar video yang menampakan harimau muncul ke jalan terekam kamera handphone warga yang sedang melintas di bukit Resam Lebong, pada Kamis (12/5/2022).

Video tersebut direpost dari Facebook Rian Reza. 

Salah satu akun instagram, ya2z turut mengomentari video tersebut. 

"Memang sudah sering penampakan Harimau di bukit resam min. Supir travel sudah sering nengoknyo," kata ya2z di kolom komentar.

Sementara itu, Tribunbengkulu.com mengkonfirmasi soal video viral penampakan harimau ke Kepala Seksi Wilayah II BKSDA Bengkulu, Said Jauhari. Said mengaku belum mendapat informasi atau kepastian dari lapangan. 

"Itu seperti video pada bulan Februari tahun 2022 lalu, dari video tersebut sepertinya yang diduga harimau itu tidak bergerak dalam video," kata Said Jauhari kepada TribunBengkulu.com saat dikonfirmasi melalui via WhatsApp, Jumat (13/5/2022).

Said menambahkan, jika video tersebut adalah video yang sama pada bulan Februari lalu maka ia bisa memastikan bahwa video tersebut benar. Memang benar ada harimau melintas di Jalan Provinsi dalam kawasan hutan Bukit Resam.

Ia bisa memastikan kebenaran video itu karena sudah bertemu langsung dengan orang yang merekam.

Sementara untuk video yang baru-baru ini muncul diunggah di akun IG Bengkulu Info, Jumat (13/5/2022), ia belum bisa memastikan apakah asli atau bukan. Karena belum mendapat konfirmasi di lapangan dan juga perlu pembuktian oleh alih IT soal keaslian video tersebut.

"Video aslinya tidak menyebutkan gaes-gaes, kalau diperiksa dengan pihak berkompeten dan taunya hoax nanti bisa dipidana," ujar Said Jauhari.

Said menjelaskan, jika nanti memang benar video tersebut hoax, pihaknya tidak akan melaporkan kejadian tersebut. 

"Biar masyarakat yang menilai atau ada yang dirugikan," jelas Said Jauhari.

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved