Jumat, 17 April 2026

Harga Sawit di Bengkulu Hari Ini, Tertinggi Rp 1.770 per Kilogram

Harga sawit di Bengkulu, khususnya di Bengkulu Tengah, pada hari ini, Minggu (22/5/2022) masih belum mengalami perubahan dari hari kemarin.

Penulis: Romi Juniandra | Editor: Yunike Karolina
Suryadi/TribunBengkulu.com
Sejumlah pekerja yang sedang memuat sawit. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra


TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Harga sawit di Bengkulu, khususnya di Bengkulu Tengah, pada hari ini, Minggu (22/5/2022) masih belum mengalami perubahan dari hari kemarin.

Pantauan TribunBengkulu.com, di sejumlah pabrik, harga sawit tertinggi berkisar di Rp 1.700-an.

Seperti contoh di PT Citra Sawit Lestari, harga per kilogram kini dihargai Rp 1.640. Kemudian, di PT Agra Sawitindo, harganya Rp 1.660 per kilogram.

Harga tertiggi berada di PT Palma Mas Sejati, yang masih bertahan di harga Rp 1.770, per kilogram.

Salah satu petani di Bengkulu Tengah, Sukarni mengatakan harga saat ini tidak seimbang dengan modal yang dikeluarkan para petani.

Untuk upah pekerja panen saja, kata Sukarni, kini sudah Rp 300 per kilogram. Padahal, sebelumnya hanya Rp 150 per kilogram.

Hal tersebut sangat memberatkan petani, karena harga di pabrik hanya berkisar Rp 1,000-an. 

"Belum lagi biaya operasional dan biaya lainnya," kata Sukarni.

Karena itu, ia mengharapkan pembukaan izin ekspor CPO pada 23 Mei besok akan mampu mendongkrak harga sawit lagi.

"Semoga setelah larangan ekspor dicabut, harga TBS bisa melonjak lagi," kata Sukarni.

Di sisi lain, harga pupuk di Bengkulu masih terus naik, di tengah izin ekspor CPO yang kembali dibuka.

Di salah satu toko pupuk di Jalan Salak Raya Kota Bengkulu, toko Abdi Tani, terpantau harga pupuk ada yang tembus Rp 920 ribu, per sak.

"Pupuk merek KCL Mahkota itu sekarang Rp 920 ribu per sak. Harga ini naik dari awalnya Rp 850 ribu, naik ke Rp 860 ribu, Rp 870 ribu, hingga Rp 920 ribu," ujar salah satu karyawan toko, Ardi kepada TribunBengkulu.com, Minggu (22/5/2022).

Selain pupuk dengan merek KCL Mahkota, beberapa merek pupuk lain juga mengalami kenaikan dari beberapa bulan sebelumnya.

Seperti pupuk dengan merek Mutiara, kini harganya berada di Rp 850 ribu per sak. Sebelumnya, harga pupuk Mutiara ini Rp 800 ribu, per sak.

Merek lain, seperti Pak Tani, kini berada di harga Rp 830 ribu per sak. Sebelumnya, harganya berada di angka Rp 780 ribu per sak.

Merek yang harganya cukup stabil hanyalah pupuk urea, yang kini berharga Rp 550 ribu, per sak.

"Setahu saya, harga pupuk urea ini belum ada kenaikan dalam beberapa waktu ini," ujar Ardi.

Sementara, untuk racun hama dan rumput liar, harganya relatif stabil.

Merek racun hama yang sempat naik adalah merek Roundup, dari sebelumnya Rp 85 ribu, kini menjadi Rp 150 ribu.

"Tapi itu naik sudah lama. Belum ada kenaikan sampai sekarang," ungkap Ardi.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved