Perguruan Tinggi Negeri dan Universitas Islam Ternama di Bengkulu, Kualitas Tak Diragukan lagi
Tribunners, jika kamu sedang mencari-cari tempay kuliah untuk melanjutkan jenjang ke perguruan tinggi. Pas banget kamu buka artikel ini.
Penulis: Achmad Fadian | Editor: M Arif Hidayat
TRIBUNBENGKULU.COM - Tribunners, jika kamu sedang mencari-cari tempat kuliah untuk melanjutkan jenjang ke perguruan tinggi.
Pas banget kamu buka artikel ini, sebab, kita akan berikan Perguruan Tinggi Negeri dan Universitas Islam yang ada di Kota Bengkulu.
Untuk akreditasi kampus, jangan diragukan lagi Tribunners. Berikut Perguruan Tinggi Negeri dan Universitas Islam Ternama di Bengkulu.
UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, IAIN Curup dan Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB).
Dari ketiga kampus ini, untuk para alumni sudah ribuan bahkan jutaan orang. Terlebih lagi, Uang Kuliah Tunggal (UKT) juga terbilang murah.
Dulu TribunBengkulu.Com pernah kuliah di UIN FAS Bengkulu, saat itu masih IAIN Bengkulu, UKTnya persemester hanya Rp 800.000, tapi itu tahun 2017 lalu ya Tribunners, hehehe...
Tanpa berlama-lama lagi, kita akan berikan profil dan fakultas apa saja di UIN Fas Bengkulu, IAIN Curup dan UMB.
1. UIN Fas Bengkulu
Sejarah STAIN Bengkulu dimulai dari pendirian Fakultas Ushuluddin Swasta Yayasan Taqwa (Yaswa) yang dipimpin oleh mantan Gubernur Sumsel, H. Muhammad Husein.
Yayasan ini juga membidani lahirnya Fakultas Syariah Swasta di Curup. Fakultas Ushuluddin Yaswa Bengkulu diresmikan tanggal 14 September 1963; K.H. Zainal Abidin Fikri dan Drs. Husnul Yakin, ditetapkan sebagai dekan dan wakil dekan pertama.
Dalam perkembangannya, muncul gagasan untuk mendirikan IAIN tersendiri di Sumatera Selatan. Untuk mendirikan IAIN membutuhkan tiga fakultas.
Ketika itu sudah ada dua fakultas yang berstatus negeri, yakni Fakultas Syariah Palembang dan Fakultas Tarbiyah Jambi. Untuk melengkapinya, salah satu di antara dua fakultas yang sudah ada harus dinegerikan, yakni Fakultas Syariah di Curup dan Fakultas Ushuluddin di Bengkulu.
Dalam rapat pengurus Yaswa disepakati Fakultas Syariah di Curup yang dinegerikan. Karena di Palembang sudah ada Fakultas Syariah, maka Fakultas Syariah di Curup kemudian diganti menjadi Fakultas Ushuluddin. Pada tanggal 14 November 1964 Fakultas Ushuluddin di Curup berhasil dinegerikan.
Diangkat sebagai dekan pertamanya adalah K.H. Muhammad Amin Addary. Bersamaan dengan penegerian Fakultas Ushuluddin di Curup diresmikan pula IAIN Raden Fatah Palembang.
Tiga tahun sejak penegerian Fakultas Ushuluddin di Curup, tepatnya pada tahun 1967 Yayasan Taqwa (Yaswa) Sumatera Selatan Perwakilan Bengkulu mengganti Fakultas Ushuluddin yang ada di Kotapraja Bengkulu menjadi Syari`ah Yaswa. Dekan pertama fakultas ini dijabat oleh Djalal Suyuthie, sedangkan pembantu dekan I dijabat oleh Drs. Adjis Ahmad, pembantu dekan II oleh Sulaiman Effendi, S.H. dan pembantu dekan III diamanahkan kepada Saifuddin Jachja[4]. Setelah periode Djalal Suyuthi, fakultas ini dipimpin oleh Drs. Suandi Hambali sebagai dekan, A. Moeharram, BA menjabat sebagai sekretaris merangkap penbantu dekan III, Sulaiman Effendi sebagai pembantu dekan I, dan pembantu dekan II dijabat oleh Drs. Basri AS).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Perguruan-Tinggi-Negeri-dan-Universitas-Islam-Ternama-di-Bengkulu-Kualitas-Tak-Diragukan-lagi.jpg)