Kamis, 14 Mei 2026

WASPADA Fenomena Angin Puting Beliung Masih Berpotensi Terjadi di Masa Pancaroba

Kepala BMKG Bengkulu, Klaus Damanik mengatakan, fenomena angin puting beliung masih berpotensi terjadi di masa pergantian musim (pancaroba).

Tayang:
Penulis: Beta Misutra | Editor: Yunike Karolina
Beta/TribunBengkulu.com
Stasiun Klimatologi Kelas I BMKG Bengkulu. Kepala BMKG Bengkulu, Klaus Damanik menyebut, fenomena angin puting beliung masih berpotensi terjadi di masa pancaroba. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Beta Misutra

 

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Kepala BMKG Bengkulu, Klaus Damanik mengatakan, fenomena angin puting beliung masih berpotensi terjadi di masa pergantian musim (pancaroba) seperti saat ini.

Angin badai maupun puting beliung memang sering berpotensi terjadi baik peralihan dari musim hujan ke kemarau ataupun dari musim kemarau ke musim hujan.

"Potensi berulang itu pasti ada, namun bisa saja tidak di tempat yang sama. Biasanya angin seperti jenis puting beliung ini dia sudah berpola akan lewat mana, maka kita perlu terus waspada," kata Klaus.

Baca juga: BREAKING NEWS: Belasan Rumah Warga di Kota Bengkulu Rusak Diterjang Angin Puting Beliung

Seperti peristiwa bencana alam angin puting beliung yang kemarin menimpa belasan rumah warga RT 08 dan RT 09, Kelurahan Kebun Geran Kota Bengkulu menurut Damanik, sebelumnya pihaknya sudah mengeluarkan peringatan waspada angin kencang dan badai.

Baca juga: Cerita Mencekam Warga Bengkulu Kala Angin Puting Beliung Porak Porandakan Rumah Mereka

"Informasi terakhir itu kami update pada malam hari pada hari Minggu itu," ujar Klaus.

Lebih jauh Klaus menyebutkan fenomena angin badai ataupun angin puting beliung merupakan suatu fenomena yang biasa terjadi.

Baca juga: Kronologi Angin Puting Beliung di Kota Bengkulu, Warga Panik Hingga Mati Lampu Saat Kejadian

Hanya saja tinggal tergantung dengan ekstrim atau tidaknya angin tersebut.

"Itu fenomena biasa, namun jika dia ekstrim, maka dia dapat merusak seperti yang terjadi di Kebun Geran itu," jelas Klaus.

Klaus menerangkan, biasanya angin puting beliung itu tidak mencangkup wilayah yang begitu luas. Biasanya hanya terjadi di beberapa kawasan saja dengan waktu atau durasi yang relatif singkat.

"Kita mengimbau masyarakat untuk terus waspada terhadap cuaca ekstrim. Masyarakat juga bisa mengakses info peringatan yang terus kami update setiap saat melalui media sosial kami," ungkap Klaus.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved