Kamis, 14 Mei 2026

Berita Bengkulu

Meski Nihil Kasus, Dinkes Bengkulu Imbau Masyarakat Antisipasi Hantavirus

Dinkes Bengkulu meminta warga waspada hantavirus dengan menjaga kebersihan lingkungan dan mengendalikan tikus.

Tayang:
Panji Destama/TribunBengkulu.com/Muhammad Panji Destama Nurhadi
HANTAVIRUS - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Yasman saat diwawancarai wartawan di Hotel Nala Sea Side, Kota Bengkulu, Kamis (12/3/2026). Dinkes Bengkulu meminta warga waspada hantavirus dengan menjaga kebersihan lingkungan dan mengendalikan tikus. 

Ringkasan Berita:
  • Hantavirus umumnya menyebar melalui paparan urine, kotoran, air liur, maupun sarang tikus yang terhirup bersama debu di lingkungan yang kotor dan lembap.
  • Langkah utama pencegahan hantavirus adalah menjaga kebersihan lingkungan dan mengendalikan populasi tikus.
  • Warga dianjurkan menggunakan masker dan sarung tangan ketika membersihkan gudang, loteng, maupun area kotor lainnya.

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit hantavirus yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan serius.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu Yasma, mengatakan hingga saat ini belum terdapat kasus hantavirus yang terkonfirmasi di Bengkulu. 

Namun, masyarakat diminta tetap waspada dan menjaga kebersihan lingkungan.

Menurut Yasma, hantavirus umumnya menyebar melalui paparan urine, kotoran, air liur, maupun sarang tikus yang terhirup bersama debu di lingkungan yang kotor dan lembap.

“Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dini terhadap potensi penyebaran hantavirus, terutama di daerah dengan kepadatan tikus tinggi, lingkungan kurang bersih, serta wilayah rawan banjir atau penumpukan sampah,” kata Yasma saat dikonfirmasi TribunBengkulu.com melalui pesan Whatsapp, Rabu (13/5/2026).

Langkah utama pencegahan hantavirus adalah menjaga kebersihan lingkungan dan mengendalikan populasi tikus.

Masyarakat diimbau rutin membersihkan rumah, gudang, pasar, kebun, dan tempat penyimpanan makanan. Selain itu, warga juga diminta menghindari penumpukan sampah yang dapat menjadi sarang tikus.

Baca juga: Kasus Campak di Bengkulu Capai 19 Orang, Dinkes Belum Masuk KLB

“Lubang atau celah masuk tikus di rumah harus ditutup, makanan disimpan dalam wadah tertutup rapat, dan bila diperlukan gunakan perangkap tikus secara aman,” ujarnya.

Dinkes Bengkulu juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati saat membersihkan area yang terdapat banyak kotoran tikus.

Warga dianjurkan menggunakan masker dan sarung tangan ketika membersihkan gudang, loteng, maupun area kotor lainnya.

Selain itu, kotoran tikus tidak boleh langsung disapu dalam kondisi kering karena debunya dapat terhirup dan berisiko membawa virus.

“Kotoran tikus sebaiknya dibasahi terlebih dahulu menggunakan cairan disinfektan sebelum dibersihkan,” jelasnya.

Masyarakat menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), seperti rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan menjaga sanitasi rumah maupun lingkungan sekitar.

Sumber: Tribun Bengkulu
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved