Melahirkan Normal atau Operasi Caesar? Berikut Kelebihan dan Kekurangannya
Tribunners, jika masa kehamilan kamu sudah mencapai usia 8 bulan, pasti kamu sudah memilih melahirkan normal atau caesar sering menjadi hal.
Penulis: Achmad Fadian | Editor: M Arif Hidayat
2. Vagina harus dijahit jika robek atau digunting (episiotomi)
3. Bila ukuran bayi terlalu besar, ada kemungkinan memerlukan bantuan persalinan, seperti vakum atau forceps
4. Kelelahan akibat proses persalinan yang lama dan sulit
5. Apabila kondisi ibu dan bayi dalam keadaan sehat dan tidak memiliki faktor penyulit, cara melahirkan normal adalah yang paling disarankan.
Keuntungan dan Risiko Melahirkan Caesar
Operasi caesar dilakukan dengan membuat sayatan melintang di perut dan rahim ibu.
Ada beberapa kelebihan dari persalinan melalui operasi caesar, antara lain:
1. Bisa memilih sendiri waktu persalinan atau disebut juga dengan operasi caesar elektif
2. Menurunkan risiko cedera kelahiran, seperti distosia bahu (tersangkutnya bahu janin dan tidak dapat dilahirkan) atau janin mengalami patah tulang
3. Menurunkan risiko terjadinya inkontinensia urine dan prolaps organ panggul (turun peranakan)
4. Lebih dianjurkan untuk ibu hamil yang memiliki komplikasi kehamilan
5. Meski memiliki keunggulan, metode persalinan caesar juga memiliki kekurangan atau risiko, yaitu:
- Proses pemulihan dan rawat inap di rumah sakit lebih lama dibandingkan persalinan normal
- Luka operasi menimbulkan bekas luka dan rasa nyeri. Proses pemulihannya pun tergolong lama, bisa berminggu-minggu bahkan hingga beberapa bulan
- Terbatas melakukan aktivitas selama setidaknya 6 minggu setelah operasi
- Terjadinya komplikasi akibat anestesi, seperti mual, mengantuk, pusing, sakit kepala parah, hingga kerusakan saraf
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Ini-Kelebihan-dan-Kekurangan-Mau-Melahirkan-Normal-atau-Caesar.jpg)