OTT Dua Oknum Pegawai di Dinkes, Jubir Pemkot Bengkulu: Tidak Sampai Atasan
Pemkot Bengkulu melalui Kadis Kominfo Kota Bengkulu, Eko Agusrianto mengatakan tidak ada lagi pihak lain yang terlibat dalam kasus OTT di Dinkes.
Penulis: Romi Juniandra | Editor: Yunike Karolina
Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Pemkot Bengkulu melalui Kadis Kominfo Kota Bengkulu, Eko Agusrianto mengatakan tidak ada lagi pihak lain yang terlibat dalam kasus OTT di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bengkulu.
Termasuk, kata Eko, tidak ada keterlibatan atasan atau ASN lain dalam kasus dugaan pungutan liar (pungli) ini.
"Saya berkeyakinan, Insya Allah tidak," kata Eko selaku juru bicara (jubir) Pemkot Bengkulu saat konferensi pers pada Jumat lalu (10/6/2022).
Eko juga menegaskan jika Pemkot Bengkulu tidak akan mentolerir segala bentuk penyimpangan, baik itu dilakukan oleh pegawai tidak tetap (PTT), PNS, ataupun pejabat.
Pemkot Bengkulu sendiri, kata Eko, tetap dalam posisi menunggu hasil penyidikan dari aparat penegak hukum dalam kasus ini.
"Ini kan oknum. Kita lihat nanti," ujar Eko.
Pemkot Bengkulu juga menonaktifkan dua oknum pegawai tidak tetap (PTT) Dinkes Kota Bengkulu yang tertangkap OTT oleh Tim Saber Pungli, dengan inisial R dan L tersebut.
Eko mengatakan dua oknum ini sudah lama menjadi PTT di Dinkes Kota Bengkulu. Bahkan, sudah lebih dari 5 tahun.
Berikut beberapa fakta terbaru yang berhasil dirangkum Tribunbengkulu.com, terkait OTT oknum pegawai di Dinkes Kota Bengkulu.
1. Ditangkap Terkait Pungli
Tim Saber Pungli Polda Bengkulu dua oknum pegawai perempuan di Dinkes Kota Bengkulu berinisial R dan L ditangkap terkait dugaan pungutan liar (pungli).
Keduanya diduga melakukan pungli terkait perekrutan tenaga honorer di Dinkes Kota Bengkulu.
Namun kepastian kasus ini masih menunggu hasil penyelidikan penyidik lebih lanjut.
2. Amankan Uang Rp 8 juta
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Konfrensi-pers-Pemkot-Bengkulu.jpg)