Rabu, 10 Juni 2026

Waspada Cacar Monyet: Cegah, Kenali Gejala dan Penyebab Penyakit

Penyakit Cacar Monyet merupakan sebuah penyakit yang berasal dari infeksi virus. Ditandai dengan bintik-bintik bernanah muncul di kulit.

Tayang:
Penulis: Irlandika Kusuma. S | Editor: Yunike Karolina
alodokter.com
Cacar Monyet merupakan penyakit yang berasal dari infeksi virus. Kenali gejala dan penyebab untuk pencegahan. 

TRIBUNBENGKULU.COM - Cacar Monyet merupakan penyakit yang berasal dari infeksi virus. Ditandai dengan bintik-bintik bernanah muncul di kulit.

Cacar Monyet pertama kali muncul di negara Republik Demokratik Kongo pada tahun 1970. Jadi Cacar Monyet ini bukanlah jenis penyakit yang baru.

Sejak pertama kali penyakit Cacar Monyet ini muncul, gejalanya serupa dengan cacar air yang berbintik dan berair.

Kemudian bintik berair tersebut berubah menjadi bintik bernanah lalu menimbulkan sebuah benjolan yang ada di leher, ketiak dan selangkangan.

Cacar Monyet ini adalah jenis penyakit yang bisa menular ke orang lain. Penyebab utamanya dari pengerat dan primata, seperti tikus, monyet, atau tupai yang terinfeksi.

Dikutip dari health.detik.com, penyakit Cacar Monyet saat ini belum terdeteksi di Indonesia.

Meskipun demikian kita harus tetap waspada dengan penyakit Cacar Monyet yang bisa menular dari orang ke orang.

Jika seandainya nanti anda terinfeksi oleh penyakit Cacar Monyet ini (mudah-mudahan jangan sampai), anda juga perlu mengetahui jenis obat yang bisa digunakan dari sekarang.

Dikutip dari hellosehat.com, sebelum terinfeksi kamu bisa melakukan proses pengobatan dan pencegahan sebagai berikut:

Pengobatan Cacar Monyet

Sejauh ini belum ditemukan pengobatan khusus untuk monkeypox (Cacar Monyet), mengingat kasus monkeypox (Cacar Monyet) belum ditemukan di Indonesia.

Tidak ada pengobatan khusus, tetapi penyakit ini dapat dikelola dengan mengendalikan gejala yang disebabkan oleh perawatan suportif dan pengobatan antivirus.

Tindakan itu memang tidak dapat menghentikan infeksi virus yang sedang berlangsung, tetapi bertujuan memperkuat kekebalan tubuh untuk melawan infeksi.

Selama timbulnya gejala, anda perlu meningkatkan waktu istirahat dan memenuhi kebutuhan hidrasi dan nutrisi anda dengan makan makanan yang ketat dan sehat.

Anda juga perlu melakukan karantina mandiri dengan tetap berada di rumah dan membatasi kontak sosial dengan masyarakat sekitar.

Sejauh ini, belum ada obat khusus yang dapat mengatasi infeksi virus penyebab cacar monyet.

Namun, jenis obat antivirus yang digunakan untuk mengobati penyakit cacar (smallpox), yaitu cidofovir atau tecovilimate, membantu proses pemulihan.

Untuk gejala yang parah, pasien dianjurkan untuk dirawat di rumah sakit untuk perawatan intensif.

Dalam mengendalikan dampak kesehatan dari penyakit ini, profilaksis vaksin cacar dan imunoglobulin adalah solusi utama untuk menangani monkeypox.

Pencegahan cacar monyet

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Ini juga berlaku untuk memerangi Cacar Monyet.

Vaksin cacar (Jynneos) diketahui 85 persen efektif mencegah penyakit ini. Merupakan modifikasi dari vaksin vaccinia yang pernah digunakan untuk mencegah penyakit cacar (pox).

Pada tahun 2019, FDA menyetujui Jynneos sebagai vaksin yang dapat mencegah cacar dan cacar monyet.

Dua dosis vaksin Jynneos dalam 28 hari terbukti meningkatkan respons sistem kekebalan tubuh dibandingkan dengan satu dosis vaksin cacar sebelumnya.

Namun ketersediaan vaksin di puskesmas masih sangat terbatas. Tidak ada vaksin khusus yang tersedia di Indonesia untuk mencegah cacar monyet.

Saat ini, menerapkan gaya hidup bersih dan sehat, seperti mencuci tangan secara teratur, terutama setelah berinteraksi dengan hewan, adalah tindakan pencegahan terpenting yang dapat membantu menghindari risiko infeksi penyakit ini.

Beberapa hal lain yang juga dapat anda lakukan untuk mencegah Cacar Monyet antara lain:

1. Jangan kontak langsung dengan tikus, primata atau hewan liar lainnya yang mungkin terkena virus (termasuk kontak dengan hewan yang mati di daerah yang terinfeksi).

2. Jangan kontak dengan objek, seperti kandang, yang dikunjungi hewan yang sakit.

3. Jangan makan daging dari hewan yang liar yang tidak dimasak dengan baik.

4. Jauhi pasien yang terinfeksi sebanyak mungkin.

5. Untuk tenaga medis, gunakan masker dan sarung tangan saat menangani orang sakit.

6. Jika anda memiliki pertanyaan atau keluhan tentang penyakit ini, segera bicarakan dengan dokter anda untuk solusi terbaik.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved