Kasus Oknum Dokter RSUD Aniaya Teman Wanitanya di Kepahiang Berujung Damai

Pertanyakan Hubungan Asmara dan Janji, Oknum Dokter RSUD Aniaya Teman Wanitanya Berujung Damai Berujung Damai

Panji Destama/TribunBengkulu.com
Oknum dokter Rumah Sakit Umum Daerah di Kepahiang, berinisial BD saat diamankan pihak Satreskrim Polres Kepahiang. Kasus oknum dokter aniaya teman wanitanya ini pun berujung damai 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama


TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG - Seorang dokter di salah satu rumah sakit umum daerah (RSUD) di Kabupaten Kepahiang, harus berurusan dengan pihak kepolisian. 


Pasalnya ia dilaporkan oleh seorang ibu rumah tangga yang sekaligus teman wanitanya ini, atas dugaan penganiayaan. 


Dokter berinisial BD warga Kelurahan Pasar Ujung, Kepahiang. Ia diduga menganiaya korban setelah dirinya menutup praktek dokter miliknya. 

Baca juga: Sidang Pembunuhan Vini, Terdakwa Menyesal Meminta Keringanan Hukuman. Anak Masih Kecil Jadi Alasan

Baca juga: Kabar Baik, Harga Cabai Merah & Rawit Turun Rp 80 ribu Per Kilogram, Cek Daftar Harga Sembako Disini


Kejadian itu terjadi pada tanggal 15 Juli 2022 lalu, awalnya korban datang ke rumah pelaku yang sekaligus menjadi tempat prakteknya. 


Lantaran, pelaku masih melayani pasien yang ada, korban pun masuk ke dalam rumahnya, setelah menunggu beberapa lama, pelaku menutup prakteknya. 


Keduanyapun mulai mengobrol di dalam rumah, korban mempertanyakan hubungan mereka selama ini, selain itu korban menanyakan janji pelaku untuk membukakan korban usaha laundry. 


"Saat itu juga pelaku emosi dan langsung memukuli korban," ujar Kasat Reskrim Polres Kepahiang, Iptu Doni Juniansyah saat dihubungi oleh tribunbengkulu.com, pada Kamis (28/7/2022). 


Menerima laporan tersebut, penyidik langsung melakukan penyelidikan dan mengamankan pelaku, dan akhirnya pelaku ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus ini. 


Pelaku langsung ditahan oleh pihak kepolisian. Namun kedua belah pihak ini akhirnya sepakat untuk berdamai. 


"Kami mengacu kepada Peraturan Kepolisian (Perpol) Nomor 8 Tahun 2021 tentang Penanganan Tindak Pidana Berdasarkan Restorative Justice, dan keduanya sudah sepakat untuk berdamai," tutupnya. 

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved