Hanya Manfaatkan Kotoran Ternak, Penyuluh di Bengkulu Selatan Ini Bisa Hasilkan Cuan Banyak
Sidiq Budiono, warga Desa Tebat Kubu, Bengkulu Selatan adalah penyuluh pertanian sekaligus pemilik kandang ternak penggemukan sapi dan kerbau.
Penulis: Ahmad Sendy Kurniawan Putra | Editor: Yunike Karolina
Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Ahmad Sendy Kurniawan Putra
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN - Sidiq Budiono, warga Desa Tebat Kubu, Bengkulu Selatan adalah penyuluh pertanian sekaligus pemilik kandang ternak penggemukan sapi dan kerbau yang termasuk berhasil.
Peternak yang berprofesi sebagai penyuluh ini juga berhasil menyulap limbah padat kotoran ternak menjadi pupuk organik.
Sang penyuluh ini pun menghasilkan 'cuan' banyak dari memanfaatkan kotoran ternak.
Awal mula Sidiq terpikir untuk mengolah limbah padat kotoran ternak karena susahnya mencari pakan ternak saat ini yang semuanya sudah terbatas.
Sehingga Sidiq berpikir harus menghasilkan uang untuk membeli pakan ternak tanpa harus mengeluarkan uang simpanan pribadi sebagai biaya pakan ternak.
"Kalau beternak ini sudah puluhan tahun saya lakukan. Tetapi kalau pemanfaatan limbah padat kotoran hewan menjadi pupuk organik ini baru beberapa tahun belakangan," kata Sidiq kepada TribunBengkulu.com, Minggu (31/7/2022).
Dengan dilakukan pemanfaatan limbah padat kotoran ternak ini banyak keuntungan yang Sidiq dapatkan.
Selain tidak harus mengeluarkan uang pribadi untuk membeli pakan ternak, Sidiq juga bisa membayar gaji karyawan dan kebutuhan kandang lainnya.
Bahkan uang dari hasil penjualan pupuk organik setiap bulan berlebih dan dapat ditabung.
Tata cara pengolahan limbah padat tersebut memang sudah terjadwal dengan baik.
Kotoran dikandang ternak memang dialasi langsung oleh tatal kayu, dan setiap 7 hari sekali selalu dilakukan pembersihan atau pergantian alas kotoran yang baru.
Kemudian, dilakukan permentasi selama 14 hari sehingga kotoran tersebut kering dan tidak berbau lagi.
Selama 14 hari, selalu diaduk menggunakan mesin. Sehingga kotoran dan tatal kayu tercampur dengan merata.
Setiap pembongkaran, dapat menghasilkan hampir 3 ton kotoran ternak. Per satu karung, dibandrol dengan harga Rp 15.000. Itu pun termasuk ongkos antar langsung sampai kelokasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Peternak-Sidiq-mengolah-kotoran-padat-hewan-ternak.jpg)