Tragedi Pembunuhan 2 Pemuda Bengkulu

Warga Dengar Teriakan Minta Tolong saat Tragedi Pembunuhan Dua Pemuda di Bengkulu

Dari penelusuran TribunBengkulu.com, di lokasi tragedi pembunuhan dua pemuda di Bengkulu ternyata ada warga yang mendengar teriakan minta tolong.

Penulis: Suryadi Jaya | Editor: Yunike Karolina
Suryadi/TribunBengkulu.com
Wati (57) saat menunjukan plastik berisi sisa minuman keras jenis tuak yang berserakan di sekitar lokasi dagangannya, Rabu (3/8/2022). Lokasi ini tak jauh dari tempat kejadian perkara tragedi pembunuhan dua pemuda di Bengkulu. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya


TRIBUNBENGKULU.COM, KOTA BENGKULU - Dari penelusuran TribunBengkulu.com, di lokasi tragedi pembunuhan dua pemuda Bengkulu di depan SPBU tak jauh dari Bencoolen Mall dan polsek, ternyata ada warga yang mendengar teriakan minta tolong dari korban. 

Wati (57) salah satu pedagang yang berjualan di sekitar lokasi tragedi pembunuhan menjelaskan, ada tetangganya yang rumahnya tak jauh dari lokasi mendengar teriakan tersebut. 

"Waktu pagi setelah kejadian, tetangga saya bilang malam itu memang ada teriakan minta tolong tapi dia tidak berani keluar rumah karena takut ada apa-apa nantinya," kata Wati. 

Setelah itu, saat Wati mengunjungi lapak dagangan tanaman hias miliknya pada pagi hari, dirinya melihat bercak darah yang sangat banyak di lokasi tragedi pembunuhan tersebut. 

"Pas pagi itu, saya lihat tukang baso yang biasa jualan di lokasi kejadian sedang membersihkan darah, memang banyak sekali darah di jalan sama di trotoar itu," ujar Wati. 

Lokasi tempat Wati berdagang memang merupakan lokasi favorit bagi kalangan anak muda untuk nongkrong dan meminum minuman keras. 

"Kalau malam minggu atau ada acara besar di pantai, pasti disini ramai, banyak yang minum tuak atau minuman keras botolan, pagi-pagi pas datang ke lapak berserakan semua plastik-plastik sama botol," jelas Wati. 

Tidak hanya itu, terkadang juga tanaman hias milik Wati juga turut acak-acak oleh sekelompok pemuda tak dikenal. 

"Pas lihat lapak, kadang banyak bunga yang udah jatuh, plastik tuak di mana-mana, tapi saya berdirikan lagi bagusin lagi, mau marah tidak tahu sama siapa," ucap Wati.

Baca juga: Link Live Streaming Indonesia vs Singapura di Piala AFF U-19, Bima Sakti Tak Anggap Remeh Singapura

Baca juga: Korupsi Dana BOS, Mantan Kadis Pendidikan Seluma dan Menantu Divonis 1 Tahun Penjara, Ini Kata PH

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved