Minggu, 12 April 2026

Kenalan dengan Abu Hasan ASN Polri Polda Bengkulu, Sering Jadi Khatib tapi Menolak Dipanggil Ustad

Selain bertugas sehari-hari di Polda Bengkulu, ASN Polri ini juga merupakan seorang khatib, sering ceramah dari masjid ke masjid yang ada di Bengkulu.

Penulis: Romi Juniandra | Editor: Yunike Karolina
Ho/TribunBengkulu.com
Abu Hasan, ASN polri yang bertugas di Polda Bengkulu ini juga merupakan seorang khatib, sering ceramah dari masjid ke masjid yang ada di Bengkulu. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra


TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Selain bertugas sehari-hari di Polda Bengkulu, ASN Polri ini juga merupakan seorang khatib, sering ceramah dari masjid ke masjid yang ada di Bengkulu.

Dialah Abu Hasan, S.Ag, M.H, ASN Polri yang kini berdinas sebagai Kaurluhkum Bidang Hukum Polda Bengkulu, yang sering jadi khatib.

Abu Hasan, Laki-laki murah senyum ini lahir di Medan pada 28 Desember 1971 lalu. Menempuh pendidikan Hukum Islam di UIN Medan, Abu Hasan lulus tahun 1997, dan kemudian merantau ke Bengkulu.

Awalnya, Abu Hasan bergabung dengan Ikatan Keluarga Masjid Indonesia (IKMI). Saat itu, dia sering mengisi ceramah dan menjadi khatib di masjid-masjid yang ada di Kota Bengkulu.

Tahun 2006, dirinya kemudian lulus sebagai ASN Polri, dan bertugas di Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Bengkulu.

Kemudian, sempat pindah ke bagian Irwasda Polda Bengkulu, Binmas, hingga akhirnya di Bidang Hukum.

Meski sudah jadi ASN Polri, Abu Hasan masih aktif mengisi khutbah Jumat dari masjid ke masjid.

Dalam khutbahnya, Abu Hasan selalu menekankan dua hal, yakni patuh kepada pemimpin, dan hidup rukun dengan sesama.

Menurut dia, hidup di dunia, semua muslim harus hidup rukun dengan sesamanya, meski beda pemahaman dan bahkan beda agama.

"Jangan usil dan menggangu orang lain. Kita ini diciptakan memang berbeda-beda, jadi mari hidup rukun," ujar dia.

Karena sering menjadi khatib, Abu Hasan juga sering mendapatkan undangan dan panggilan mengisi ceramah di masyarakat. Namun, dia berusaha selalu menolak, dengan alasan tak memiliki kemampuan sebagai penceramah atau ustad.

"Saya menjadi khatib saja, yang mengajak kebaikan. Kalau jadi penceramah, saya belum sanggup," kata dia.

Bahkan, Abu Hasan juga selalu menolak jika dipanggil ustad, dai, atau panggilan untuk guru agama lain.

"Saya menganggap diri saya pencerah saja, pencerah masyarakat, dan ASN dan anggota Polri. Berat dan takut kalau ceramah sebagai ustad," kata dia.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved