Jumat, 17 April 2026

Pembunuhan Brigadir Yosua

Keluarga Richard Eliezer di Manado Minta Bharada E Berkata Jujur: 'Pak Presiden Lindungi Bharada E'

Keluarga Richard Eliezer di Manado Minta Bharada E Berkata Jujur,: 'Pak Presiden Lindungi Bharada E'

Editor: Hendrik Budiman
Tribun Manado/Arthur Rompis
Roy Pudihang, Paman dari Bharada E. Roy Pudihang, paman dari Bharada E mewakili keluarga meminta agar Bharada E berkata jujur ungkap kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J. 

TRIBUNBENGKULU.COM - Keluarga Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E di Kecamatan Mapanget, Manado, Sulawesi Utara meminta Bharada E berkata jujur untuk mengungkap kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

Roy Pudihang, paman dari Bharada E mewakili keluarga meminta agar Bharada E berkata jujur.

"Tuhan akan menolongnya (Bharada E) jika berani berkata jujur," kata Roy Pudihang, paman dari Bharada E dikutip dari Tribunmanado.co.id, Selasa (8/8/2022).

Bahkan Keluarga Bharada E mengaku sempat tersudut saat Bharada E diberitakan terlibat dalam kasus penembakan yang menewaskan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

Keluarga merasa tertekan karena mendapatkan cibiran terkait kasus yang disebut melibatkan Bharada E.

"Ini membuat kami sangat tertekan," ucapnya.

Keluarga sempat tak percaya jika Bharada E melakukan penembakan hingga menewaskan Brigadir J.

Baca juga: Tersangka Baru Kasus Pembunuhan Brigadir Yosua Akan Diumumkan Kapolri Selasa Sore 9 Agustus 2022

Apalagi selama ini Bharada E dikenal aktif beribadah di gereja.

"Keluarganya juga aktif di pelayanan, ayahnya sekretaris kaum bapa di gereja setempat," ujarnya.

Selain aktif di gereja, Bharada E juga disebut Roy aktif panjat tebing.

Roy pun juga meminta Presiden Jokowi untuk melindungi Bharada E.

"Kami mohon pak Presiden, lindungi Bharada E, semoga kasus ini cepat selesai," katanya.

Terkait kasus yang kini tengah menimpa keponakannya itu, Roy Pudihang menyerahkan semuanya.

"Kami hanya bisa berdoa agar Tuhan menyertai ponakan kami (Bharada E)," harapnya.

Atensi Jokowi dan Mahfud

Kasus penembakan Brigadir J ini juga menarik atensi dari Presiden Jokowi dan Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD.

Secara terpisah Presiden Jokowi kembali mengingatkan jajaran kepolisian untuk tidak menutup-nutupi kasus penembakan anggota Polisi Brigadir J di rumah eks Kadiv Propam Ferdy Sambo.

Presiden Jokowi menyampaikan pernyataanya terkait kasus tewasnya Brigadir J itu di sela-sela kunjungan kerjanya ke Kalimantan Barat, Selasa (9/8/2022).

Presiden Jokowi mengatakan sejak awal dirinya sudah meminta agar kasus tewasnya Brigadir J diusut tuntas apa adanya.

"Iya sejak awal kan saya sampaikan, sejak awal saya sampaikan, usut tuntas jangan ragu-ragu, jangan ada yang ditutup-tutupi ungkap kebenaran apa adanya," kata Presiden Jokowi.

Jokowi mengatakan jangan sampai kepercayaan masyarakat terhadap Polri turun akibat kasus tersebut.

Baca juga: Pihak Istana Ungkap Pesan Presiden Agar Kasus Brigadir J dituntaskan Sehingga Citra Polri Tak Rusak

Karena menurutnya citra Polri harus dijaga.

"Jangan sampai menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri, itu yang paling penting, citra Polri apapun harus kita jaga," pungkasnya.

Peringatan atau komentar presiden ini merupakan yang ketiga kalinya.

Sebelumnya, dalam kunjungan kerja, Presiden Jokowi sudah dua kali meminta Polri mengusut kasus tersebut secara tuntas.

Pertama saat kunjungan kerja ke Subang, Jawa Barat, Selasa (12/7/2022).

Baca juga: Bharada E Resmi Ajukan Justice Collaborator, Mahfud MD: Polri dan LPSK Harus Jaga Keamanan Bharada E

"Proses hukum harus dilakukan," kata Jokowi singkat di Balai Besar Penelitian Tanaman Padi Subang, Jawa Barat.

Peringatan kedua disampaikan Presiden di sela-sela kunjungannya ke Nusa Tenggara Timur (NTT).

Presiden meminta agar kasus tersebut dibuka secara transparan.

"Saya kan sudah sampaikan, usut tuntas. Buka apa adanya. Jangan ada yang ditutup-tutupi, transparan, sudah," kata Jokowi di Pulau Rinca, Nusa Tenggara Timur, Kami, (21/7/2022).

Pengusutan kasus yang terbuka dan transparan, kata presiden, sangat penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.

"Itu penting untuk agar masyarakat tidak ada keragu-raguan terhadap peristiwa yang ada. Ini yang harus dijaga, kepercayaan publik terhadpa Polri harus dijaga," tegas Jokowi.

Siapa Sosok Tersangka Ketiga?

Terkini, Selasa (9/8/2022) kepolisian akan mengumumkan tersangka baru terkait kasus penembakan di rumah Ferdy Sambo yang menewaskan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

Sebelumnya, tim khusus (timsus) Polri sudah menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam kasus kematian Brigadir J.

Mereka adalah Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E dan Brigadir Ricky Rizal yang merupakan sopir dan ajudan istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Chandrawati.

Bharada E dijerat pasal 338 jo pasal 55 dan 56 KUHP tentang pembunuhan dan persekongkolan.

Sementara Brigadir Ricky dijerat pasal 340 subsider pasal 338 jo pasal 55 dan 56 KUHP tentang pembunuhan berencana.

Kini publik menanti siapa sosok tersangka baru yang akan diumumkan Polri nanti. (Art)

Artikel ini telah tayang di TribunManado.co.id dengan judul Akhirnya Keluarga Bharada E di Manado Sulawesi Utara Angkat Bicara, Minta Perlindungan Presiden

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved