Selasa, 28 April 2026

Bengkulu Berpotensi Gempa 8,4 SR dan Tsunami 14 Meter Jika Lempeng Enggano Pecah

Bengkulu memiliki sendiri lempengan atau megathrust, yang terletak di bawah Pulau Enggano. 

Penulis: Muhammad Panji Destama Nurhadi | Editor: M Arif Hidayat
Panji Destama/TribunBengkulu.com
Pengamat Meteorologi dan Geofisika (PMG) muda, BMKG Geofisika Kepahiang, Sabar Ardiansyah menjelaskan lempeng atau megathrust Enggano yang berada di bawah pulau Enggano, pada Sabtu (27/8/2022) 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama


TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG - Bengkulu memiliki sendiri lempengan atau megathrust, yang terletak di bawah Pulau Enggano


Lempengan ini berdekatan dengan lempengan mentawai yang berada di Sumatera Barat.

Tak seperti Lempengan mentawai, Lempengan Enggano berpotensi gempa dengan kekuatan 8,4 skala richter (SR) hingga menyebabkan tsunami lebih kurang 14 meter. 


"Potensi itu ada namun jika lempengan Enggano ini pecah dan belum diketahui kapan akan terjadinya, gempa yang kemarin itu hanya bagian ujung dari lempengan yang bergeser," ucap Pengamat Meteorologi dan Geofisika (PMG) muda, BMKG Geofisika Kepahiang, Sabar Ardiansyah kepada Tribunbengkulu.com, pada Sabtu (27/8/2022). 


Untuk lempengan mentawai sendiri memang memiliki potensi gempa besar hingga 8,9 SR, namun dampaknya hanya akan terasa di Kabupaten Mukomuko saja. 


Selain itu, Provinsi Bengkulu juga memiliki lempeng plat tektonik atau lempengan darat, yang berada di Kabupaten Kepahiang, Rejang Lebong, Ulu musi hingga Ke Empat Lawang. 


Dampak yang disebabkan oleh pergeseran lempeng darat ini, hanya kerusakan akibat pergeserannya saja dan tidak menimbulkan tsunami. 


Gempa bumi sendiri, merupakan salah satu penyebab utama terjadinya tsunami, karena adanya pergerakan lempeng yang memungkinkan terjadinya gesekan atau tumbukan antarlempeng.


Sehingga salah satu lempeng mengalami kenaikan dan yang lainnya penujaman. Ada beberapa kriteria gempa bumi diantaranya pusat gempa berada di laut dan kurang dari 30 kilometer dari permukaan laut. 


Magnitudo atau kekuatan gempanya lebih dari 6 Skala Richter (SR), Sesar gempanya tergolong vertikal.


"Kalau potensi tsunami itu yang akan mendapat imbasnya itu pulau Enggano, karena ia berada di atas lempeng Enggano, namun potensi tsunami itu bisa di kecilkan, karena masyarakat di sana sangat menjaga kelestarian pohon bakau yang berguna sebagai dinding penahan gelombang tsunami," ucapnya. 


Pihaknya juga berharap, mitigasi bencana ini sangat perlu dilakukan oleh pihak pemerintah, agar dapat mengurangi resiko bencana. 


Seperti jika nanti terjadi gempa bumi akibat pergeseran lempengan dk Enggano, masyarakat sebaiknya harus mencari tempat yang tinggi. 


"Untuk di lempeng darat, masyarakat harus mencari di tempat atau lapangan yang luas dan terbuka," tutupnya. 


Pihak BMKG Geofisika Kepahiang, ini selalu standby 24 jam untuk mengamati pergeseran lempengan di darat maupun di laut, dengan menerima data dari alat Seismometer yang di pasang oleh pihaknya di beberapa titik di Bengkulu. 


Diberitakan sebelumnya, Potensi gempa besar berkekuatan magnitudo 8,9 Skala Richter (SR) saat ini diam-diam sedang mengintai Provinsi Bengkulu.


Dikatakan Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Bengkulu, Anang Anwar jika gempa besar tersebut terjadi, akan sangat berpotensi menimbulkan gelombang tsunami.


Dahsyatnya, potensi gelombang tsunami yang ditimbulkan gempa berkekuatan 8,9 SR bisa mencapai ketinggian 15 meter dari permukaan laut.


Gempa tersebut akan terjadi jika lempeng yang berada di wilayah perairan Kabupaten Mukomuko dekat dengan wilayah perairan kepulauan Mentawai Sumatera barat pecah.


Pasalnya hingga saat ini di lokasi tersebut lempeng yang ada di sana masih belum pecah.


"Dampaknya bahkan akan sampai juga ke Kota Bengkulu dengan potensi gelombang tsunami mencapai 11 meter sampai 14 meter," ungkap Anang.


Bengkulu sendiri berada di wilayah ring of fire, merupakan wilayah yang dilalui oleh rangkaian gunung berapi.


Sehingga potensi gempa memang lebih besar jika dibandingkan dengan wilayah-wilayah lainnnya yang tidak masuk dalam wilayah ring of fire.


"Kita Bengkulu ini peluang terjadinya pergeseran lempeng itu cukup besar," ujar Anang.


Kabar akan adanya gempa besar 8,9 SR yang akan melanda Provinsi Bengkulu dari patahan yang ada di Mukomuko dekat kepulauan Mentawai ini sebelumnya sudah pernah membuat geger masyarakat di tahun 2019 lalu.


Namun BMKG sendiri mengimbau masyarakat untuk tidak terlalu panik, dan terus memantau informasi yang diberikan oleh BMKG Bengkulu.


"Masyarakat tetap harus waspada dengan potensi bahaya akibat gempa. Selain itu kita juga sudah ada rambu-rambu jika terjadi bahaya masyarakat dapat melakukan evakuasi," kata Anang.

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved