Berita Kepahiang
1.000 Kasus Gonore dan Sifilis di Kepahiang, Anak SMP Ikut Tertular
Selain kasus HIV/AIDS, penyakit menular seksual lainnya seperti gonore dan sifilis di Kabupaten Kepahiang juga tergolong tinggi 2026.
Penulis: Bima Kurniawan | Editor: Hendrik Budiman
Ringkasan Berita:
- Penyakit menular seksual lainnya seperti gonore dan sifilis di Kabupaten Kepahiang juga tergolong tinggi 2026.
- Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kasus gonore dan sifilis di Kepahiang diperkirakan berada di angka 800 hingga 1.000 kasus.
- Namun, angka tersebut tidak tercatat secara resmi seperti kasus HIV/AIDS.
- Penyakit ini tidak hanya menyerang orang dewasa, tetapi juga sudah ditemukan pada kalangan usia sekolah.
Laporan Reporter TribunBengkulu.com, M. Bima Kurniawan
TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG - Selain kasus HIV/AIDS, penyakit menular seksual lainnya seperti gonore dan sifilis di Kabupaten Kepahiang juga tergolong tinggi 2026.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kasus gonore dan sifilis di Kepahiang diperkirakan berada di angka 800 hingga 1.000 kasus. Namun, angka tersebut tidak tercatat secara resmi seperti kasus HIV/AIDS.
Hal ini disebabkan banyak penderita yang memilih berobat secara mandiri ke klinik swasta, sehingga tidak masuk dalam pendataan pemerintah.
“Jumlah kasus gonore dan sifilis ini tidak didata seperti HIV AIDS, karena kebanyakan pasien memilih berobat di klinik swasta,” ungkap Tajri kepada TribunBengkulu.com, Jumat (24/4/2026).
Penyakit ini tidak hanya menyerang orang dewasa, tetapi juga sudah ditemukan pada kalangan usia sekolah.
“Bahkan ada anak SMP yang sudah terkena,” tambah Tajri.
Kondisi tersebut menjadi perhatian serius, mengingat rendahnya kesadaran akan kesehatan reproduksi di kalangan remaja serta minimnya edukasi terkait bahaya penyakit menular seksual.
Selain itu, peningkatan kasus juga dipengaruhi oleh faktor ekonomi masyarakat.
Baca juga: Kasus HIV/AIDS Meningkat di Kepahiang, Bayi Terpapar dari Orang Tua Jadi Perhatian
Kasus gonore dan sifilis disebut cenderung meningkat saat kondisi ekonomi sedang membaik, seperti pada musim panen kopi.
“Kasus itu biasanya berpotensi meningkat saat ekonomi kita lagi naik, seperti musim kopi,” jelas Tajri.
Dengan tingginya angka kasus tersebut, masyarakat diimbau untuk lebih meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya menjaga perilaku hidup sehat serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin guna mencegah penyebaran penyakit menular seksual.
"Kita mengimbau remaja di Kepahiang jangan terlalu bebas dalam pergaulan dan kerap tukar pasangan karena lingkungan mempengaruhi potensi menyebarnya penyakit tersebut," pungkas Tajri.
| BKD dan PUPR Jadi OPD dengan Temuan BPK Terbanyak di Kepahiang |
|
|---|
| Harga Bahan Pokok Naik, Pedagang Rumah Makan di Kepahiang Keluhkan Pendapatan Menurun |
|
|---|
| PAD Kepahiang Tembus Rp20,4 Miliar, BKD Masih Tunggu Laporan Penerimaan OPD dan BLUD |
|
|---|
| Kepahiang Terima DBH Rp7,7 Miliar, tapi Masih Punya Beban Utang Program Rp23 Miliar |
|
|---|
| Terima DBH Rp7,7 Miliar dari Pemprov Bengkulu, Kepahiang Belum Cukup Tutupi Gagal Bayar Rp23 Miliar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/KASUS-HIV-2026.jpg)