Jumat, 24 April 2026

Berita Kepahiang

1.000 Kasus Gonore dan Sifilis di Kepahiang, Anak SMP Ikut Tertular

Selain kasus HIV/AIDS, penyakit menular seksual lainnya seperti gonore dan sifilis di Kabupaten Kepahiang juga tergolong tinggi 2026.

Penulis: Bima Kurniawan | Editor: Hendrik Budiman
M. Bima Kurniawan/Bima Kurniawan
HIV - Kepala Dinas Kesehatan Kepahiang Tajri Fauzan saat diwawancarai TribunBengkulu.com pada Jumat (24/4/2026). Selain kasus HIV/AIDS, penyakit menular seksual lainnya seperti gonore dan sifilis di Kabupaten Kepahiang juga tergolong tinggi 2026. 
Ringkasan Berita:
  • Penyakit menular seksual lainnya seperti gonore dan sifilis di Kabupaten Kepahiang juga tergolong tinggi 2026. 
  • Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kasus gonore dan sifilis di Kepahiang diperkirakan berada di angka 800 hingga 1.000 kasus.
  • Namun, angka tersebut tidak tercatat secara resmi seperti kasus HIV/AIDS.
  • Penyakit ini tidak hanya menyerang orang dewasa, tetapi juga sudah ditemukan pada kalangan usia sekolah. 

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, M. Bima Kurniawan  

TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG -  Selain kasus HIV/AIDS, penyakit menular seksual lainnya seperti gonore dan sifilis di Kabupaten Kepahiang juga tergolong tinggi 2026. 

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kasus gonore dan sifilis di Kepahiang diperkirakan berada di angka 800 hingga 1.000 kasus. Namun, angka tersebut tidak tercatat secara resmi seperti kasus HIV/AIDS. 

Hal ini disebabkan banyak penderita yang memilih berobat secara mandiri ke klinik swasta, sehingga tidak masuk dalam pendataan pemerintah. 

“Jumlah kasus gonore dan sifilis ini tidak didata seperti HIV AIDS, karena kebanyakan pasien memilih berobat di klinik swasta,” ungkap Tajri kepada TribunBengkulu.com, Jumat (24/4/2026). 

Penyakit ini tidak hanya menyerang orang dewasa, tetapi juga sudah ditemukan pada kalangan usia sekolah. 

“Bahkan ada anak SMP yang sudah terkena,” tambah Tajri. 

Kondisi tersebut menjadi perhatian serius, mengingat rendahnya kesadaran akan kesehatan reproduksi di kalangan remaja serta minimnya edukasi terkait bahaya penyakit menular seksual. 

Selain itu, peningkatan kasus juga dipengaruhi oleh faktor ekonomi masyarakat.

Baca juga: Kasus HIV/AIDS Meningkat di Kepahiang, Bayi Terpapar dari Orang Tua Jadi Perhatian

Kasus gonore dan sifilis disebut cenderung meningkat saat kondisi ekonomi sedang membaik, seperti pada musim panen kopi. 

“Kasus itu biasanya berpotensi meningkat saat ekonomi kita lagi naik, seperti musim kopi,” jelas Tajri. 

Dengan tingginya angka kasus tersebut, masyarakat diimbau untuk lebih meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya menjaga perilaku hidup sehat serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin guna mencegah penyebaran penyakit menular seksual. 

"Kita mengimbau remaja di Kepahiang jangan terlalu bebas dalam pergaulan dan kerap tukar pasangan karena lingkungan mempengaruhi potensi menyebarnya penyakit tersebut," pungkas Tajri.

Sumber: Tribun Bengkulu
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved