Belum Isi BBM tapi Saat Scan QR Code di SPBU Terdata Sudah Isi, Begini Penjelasan Pertamina

Penggunaaan scan QR code aplikasi MyPertamina atau menunjukan STNK saat mengisi BBM sudah menjadi pemandangan sehari-hari di SPBU Bengkulu.

Penulis: Beta Misutra | Editor: Yunike Karolina
Beta Misutra/TribunBengkulu.com
Antrean BBM di Kota Bengkulu. Penggunaaan scan QR code aplikasi MyPertamina atau menunjukan STNK saat mengisi BBM menjadi pemandangan sehari-hari di SPBU saat ini. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Beta Misutra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Penggunaaan scan QR code aplikasi MyPertamina atau menunjukan STNK saat mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) sudah menjadi pemandangan sehari-hari di SPBU Bengkulu.

Hal ini dilakukan agar masyarakat yang memang berhak menerima BBM bersubsidi terdaftar dalam subsidi tepat MyPertamina.

Sehingga dengan adanya pendaftaran subsidi tepat MyPertamina, maka BBM bersubsidi akan tersalurkan kepada pihak yang memang berhak menerima.

Yang jadi permasalahan saat ini bukan karena masyarakat harus mendaftarkan data diri dan nomor plat kendaraan, untuk mendapatkan BBM bersubsidi.

Namun masalah muncul ketika masyarakat yang merasa belum mengisi BBM ketika melakukan scan QR code malah dinyatakan sudah pernah mengisi.

Seperti yang baru-baru ini ramai menjadi perbincangan hangat di media sosial karena ada netizen di Bengkulu mengeluhkan belum mengisi BBM tapi dinyatakan sudah pernah mengisi.

Menanggapi hal ini, pihak Pertamina menyatakan banyak faktor yang membuat hal tersebut terjadi.

"Kasus seperti ini lagi-lagi kita harus kita dalami, yang jelas input Nopol (nomor polisi) ini kita lakukan untuk menghindari pengunjal," ungkap Sales Branch Manager Terminal BBM Pertamina Pulau Baai Bengkulu, Veri Fernando, Rabu (28/9/2022).

Karena bisa jadi hal tersebut terjadi karena adanya oknum penggunjal yang memang sebelumnya sudah mengisi BBM di SPBU lain, namun berpura-pura belum membeli BBM.

Akan tetapi selain hal tersebut ada juga beberapa faktor lain yang bisa menyebabkan hal tersebut terjadi.

Salah satunya yaitu adanya kesamaan nomor plat kendaraan, karena plat kendaraan yang lama sudah lama mati.

Sehingga pihak Samsat mengeluarkan nomor plat baru yang sama dengan nomor plat yang lama tersebut.

Untuk kasus seperti ini biasanya cukup jarang terjadi, walaupun pernah ditemui ada kasus seperti ini.

"Tapi kalau memang benar-benar ada kejadian yang belum ngisi, itu bisa dilaporkan ke kami via SPBU atau datang langsung ke kami di kantor Pulau Baai, nanti kita akan bantu agar dapat BBM subsidi," ujar Veri.

Selama ini pengisian BBM bisa dengan bebas dilakukan oleh masyarakat, dan hak inilah yang dimanfaatkan oleh pengunjal untuk meraup keuntungan.

Misalnya saja pagi hari penggunjal bisa ngisi di SPBU Kandang, kemudian siang harinya di SPBU Bumiayu, dan sore hari di SPBU Pagar Dewa.

Namun sekarang ketika pembelian BBM bersubsidi sesuai dengan nomor plat kendaraan, maka tentu hal tersebut tidak akan bisa dilakukan lagi.

"Kita imbau lagi kepada masyarakat, belilah BBM yang berkualitas di SPBU. Dan untuk para pengunjal, jika masyarakat melihat, bisa melaporkan via 135 ataupun langsung ke kantor kami," kata Veri.

Baca juga: PGRI Provinsi Bengkulu Desak Guru Honorer yang Lulus Passing Grade Tes PPPK Dilantik, Alasannya Ini

Baca juga: OTT Wartawan Tribun Gadungan di Rejang Lebong, Pelaku Mantan Kades yang Pernah Gunakan Ijazah Palsu 
 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved