Sudah Diusulkan Perbaikan Jembatan Hanyut, Tapi Belum Ada Respon Pemkab Bengkulu Tengah
Jembatan yang menghubungkan Desa Penanding dan Desa Kota Niur di Kabupaten Bengkulu Tengah hanyut, usai diterpa banjir pada Agustus 2022 lalu.
Penulis: Suryadi Jaya | Editor: M Arif Hidayat
Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU TENGAH - Jembatan yang menghubungkan Desa Penanding dan Desa Kota Niur di Kabupaten Bengkulu Tengah hanyut, usai diterpa banjir pada Agustus 2022 lalu.
Menyikapi hal tersebut, Kepala Desa Penanding, Tusim menjelaskan, pihaknya telah mengajukan proposal perbaikan jembatan kepada Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah namun belum ada tanggapan.
"Dulu kita sudah mengajukan proposal, dua minggu setelah kejadian, tetapi belum juga ada tanggapan dari Pemkab," kata Tusim kepada TribunBengkulu.com, Senin (7/11/2022).
Jembatan yang merupakan akses vital warga menuju perkebunan itu pun sangat penting, karena menyebabkan perekonomian warga menjadi terhambat.
"Sekarang, warga harus rela menjual hasil kebun seperti sawit sedikit lebih murah dari biasanya, karena memang ongkos untuk menuju kesana semakin jauh, harus melewati jalan memutar," ujar Tusim.
Selain itu, geliat perekonomian warga semakin menurun, sebab sumber perputaran uang dari perkebunan kelapa sawit pun semakin tersendat.
"Kalau dulu waktu masih ada jembatan, banyak warga kita yang jadi pengepul sawit karena sawit yang melewati Desa kita banyak, tapi sekarang banyak yang bangkrut," katanya.
Berbagai upaya pun dilakukan oleh pisan pemerintah Desa agar pembangunan jembatan bisa disegerakan.
"Saya bahkan sudah koordinasi dengan berbagai anggota DPRD, katanya akan dibangun tahun depan, ya semoga saja cepat terealisasikan," kata Tusim.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Jembatan-Hanyut744848.jpg)