Masjid Jamik Bengkulu Dirancang Presiden Soekarno saat Pengasingan di Bengkulu
Ir. Soekarno dipercaya secara langsung untuk mendesain arsitektur Masjid Jamik dengan memiliki corak arsitektur Jawa dan Sumatera.
Soekarno pun ketika diasingkan di Bengkulu ikut membantu masyarakat merancang arsitektur masjid ini.
Beliau yang mengantongi gelar insiyur di bidang arsitektur sehingga dapat mengubah masjid lama ini.
Diawal perencanaan, Soekarno meminta persetujuan kaum-kaum berpengaruh di sana.
Walaupun, sempat mendapat penolakan akhirnya Soekarno dapat mewujudkan rancangan arsitektur Masjid Jamik Bengkulu.
Bangunan ini memiliki tiga bagian inti, yaitu ruang ibadah, serambi dan tempat wudhu.
Pada ruangan serambi adalah ubin teraso putih dan memiliki bentuk persegi dengan ukuran sekitar 11.46 x 7.58 m.
Pada bagian belakang serambi ini juga terdapat ruangan utama yang memiliki 3 buah pintu, setiap pintu memiliki dua daun pintu.
Dibagian ambang pintu terdapat hiasan berupa kaligrafi dari ayat-ayat Al-Quran.
Dibagian atap masjid terdapat dua kubah yang terbiat dari seng aluminium.
Atapnya masjid ini bertumpuk dan bertingkat tiga, yang melambangkan iman, Islam, dan Ihsan.
Masjid Jamik memiliki kekhasan beratap limasan dengan bentuk mengkerucut, dan didirikan tanpa tiang utama sebagai penyangga.
Di bagian halaman Masjid Jamik yang cukup luas dan dilengkapi dengan pagar besi serta pilar yang terbuat dari batu.
Halaman masjid juga terdapat pohon dan tanaman yang terlihat begitu indah dan juga menambah kesan sejuk.
Selain itu juga memiliki beberapa fasilitas permainan untuk anak-anak, seperti perosotan dan kora-kora besi.
Fasilitas permainan anak ini dijadikan alat untuk memikat anak-anak untuk melaksanakan ibadah di Masjid Jamik ini. (Thomas Alpa Edison/ MG06)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Masjid-Jamik-Bengkulu11.jpg)