IAI Bengkulu Dikukuhkan, Soal Obat Kadaluarsa Jadi PR Besarnya
DPD IAI Bengkulu resmi dikukuhkan. Gubernur Bengkulu berpesan obat yang tidak termanfaatkan dan obat kadaluarsa, harus diminimalisir.
Penulis: Jiafni Rismawarni | Editor: M Arif Hidayat
Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Jiafni Rismawarni
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - DPD Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Bengkulu resmi dikukuhkan. Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah pun memberikan pesan atas dilantik organisasi profesi.
Salah satunya adalah terkait obat yang tidak termanfaatkan dan obat kadaluarsa, harus diminimalisir.
"Pertama saya mengucapkan selamat, kepada jajaran pengurus DPD Ikatan Apoteker Indonesia (IAI, red) Bengkulu yang dikukuhkan. Dan memang orientasi sekarang kan berubah, dari orientasi nya ke produk ke obat, sekarang orientasi nya ke masyarakat. Artinya memang keberadaan apoteker sebagai tenaga profesional, itu harus hadir di tengah-tengah masyarakat," pesan Gubernur Rohidin, usai Pelantikan Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia Masa Bhakti 2022-2026, Sabtu (4/3/2023).
Ia mengungkapkan saat ini apoteker tidak hanya menghasilkan resep. Tapi juga ada upaya untuk mengedukasi, menjelaskan, ada upaya preventif, memberikan penjelasan ke masyarakat terkait perkembangan dari segi farmasi.
Apoteker, lanjut Rohidin, juga menjadi bagian tak terpisahkan dari sistem membangun kesehatan nasional, karena posisi apoteker sangat penting, misalnya dalam urusan penerapan BPJS kesehatan, JKN, posisi apoteker sangat menentukan.
"Itu nanti sangat berhubungan dengan klaim kita, paling banyak berhubungan dengan obat, setelah tindakan ya. Memang dibutuhkan kebijakan untuk apoteker, melihat kesesuaian dengan pasien, ketersediaan dengan obat di daerah itu, " ungkap Gubernur Bengkulu ke 10 ini.
Menurutnya, posisi ikatan apoteker ini bersinergi, dengan rumah sakit, dan fasilitas kesehatan lainnya. Sehingga, diketahui jenis penyakit didaerah itu apa yang paling banyak. Termasuk untuk obat yang harus tersedia itu apa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/IAI-Bengkulu.jpg)