Waspada! Uang Palsu Mulai Beredar di Bengkulu Jelang Ramadan, Sudah Ada Korban
Waspada uang palsu ditemukan di Kota Bengkulu, Debi Agung Setiawan, salah satu warga Kota Bengkulu yang menjadi korbannya.
Penulis: Jiafni Rismawarni | Editor: Yunike Karolina
Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Jiafni Rismawarni
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Waspada peredaran uang palsu di Kota Bengkulu jelang Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri.
Baru-baru ini, pekerja di kedai makan Debi Agung Setiawan warga Kota Bengkulu mendapatkan uang palsu.
Debi menerima uang palsu pecahan Rp 100 ribu, dari seorang pembeli pada Jumat sore (17/3/2023).
"Kejadian itu Jumat sore, jelang Magrib saat ramai konsumen. Jadi ya tidak terlalu kita teliti karena selama ini kan tidak pernah ada uang palsu," kata Debi, Minggu (19/3/2023).
Ia pun baru menyadari bahwa ada uang palsu, esok harinya pada Sabtu siang (18/3/2023) saat dia melakukan rekap hasil penjualan. Hal ini pun ia langsung laporkan kepada bosnya, si pemilik kedai.
"Kok uangnya lain, tipis saat dipegang kayak kertas HVS. Robek juga, mengelupas di bagian bawah uang itu," jelas Debi.
Tak hanya diprank dengan uang palsu, namun ia juga mengalami kerugian. Karena saat kejadian naas itu, si pelaku hanya membeli es Thai Tea seharga Rp 6 ribu.
"Iya, kami kira pelanggan biasanya. Beli minuman juga paling murah, kami kasih kembalian Rp 94 ribu," jelasnya.
Dengan kejadian ini, dirinya akan lebih waspada bila menerima uang dari pelanggan. Sehingga kejadian serupa tidak terulang.
"Harus teliti, kayak terapkan prinsip 3 D (Dilihat, Diraba, Diterawang)," sarannya.
Sebelumnya, untuk menghindari kejadian serupa, ia pun membagikan pengalaman menerima uang palsu ini ke Ig "Bengkulu Info".
Agar masyarakat mewaspadai kejadian ini. Dalam postingan laman sosial Bengkulu itupun dibanjiri komentar netizen, yang pernah mengalami hal serupa. Salah satunya, dari akun dwi_triyana.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Uang-palsu.jpg)