Sabtu, 11 April 2026

Sepinya Rapat Paripurna DPRD Kepahiang, Hanya Dihadiri 14 Anggota Dewan

Laporan Hasil Reses Anggota DPRD Kepahiang di gedung DPRD Kepahiang di Ruang Rapat Paripurna hanya dihadiri 14 Anggota DPRD dari total 25 anggota.

Panji Destama/ Tribunbengkulu.com
Tampak bangku anggota DPRD Kabupaten Kepahiang, banyak yang kosong saat rapat paripurna Laporan Hasil Reses, pada Senin (3/4/2023). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG - Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepahiang, pada Senin (3/4/2023) tampak sepi anggota DPRD yang hadir.

Dari Pantauan TribunBengkulu.com dilapangan, rapat paripurna tersebut hanya dihadiri 14 Anggota dari total 25 anggota DPRD Kepahiang.

Meski sepi, namun rapat paripurna tersebut tetap korum dan dilanjutkan dengan penyampaian laporan hasil reses anggota DPRD Kepahiang. 

Waka 1 DPRD Kepahiang, Andrian Defandra yang memimpin rapat paripurna tersebut, mengatakan, dari laporan hasil reses tersebut banyak yang disampaikan terkait infrastruktur. 

"Mulai dari jalan, jembatan dan infrastruktur lainnya," ungkapnya usai rapat paripurna dilakukan, pada Senin (3/4/2023) siang. 

Baca juga: BREAKING NEWS: Gardu Listrik di Sawah Lebar Kota Bengkulu Meledak dan Terbakar

Lanjut Andrian, aspirasi masyarakat yang disampaikan terkait infrastruktur itu, hal yang wajar pasalnya Kabupaten Kepahiang baru berusia 18 tahun. 

Di usia 18 tahun Kabupaten Kepahiang ini, memang di setiap kecamatan yang ada di Kabupaten Kepahiang belum terpenuhi infrastruktur dasar. 

"Namun dengan adanya reses ini, InsyaAllah kedepan kita bisa meningkatkan apa yang menjadi aspirasi dari masyarakat," tuturnya. 

Ia juga mengatakan, dari hasil reses tadi bisa segera ditindaklanjuti oleh pemerintah Kabupaten Kepahiang, sesuai dengan keuangan daerah. 

Namun dari waktu lebih kurang 10 tahun terakhir ini, infrastruktur dasar di Kabupaten Kepahiang mulai bebenah. 

"Sebetulnya dalam 18 tahun ini menjadi dilema, apakah kita fokus memenuhi infrastruktur dasar atau proyek mercusuar," jelasnya. 

Selain infrastruktur, juga ada wilayah di Kabupaten Kepahiang yang masih blankspot atau tidak adanya sinya komunikasi. 

Baca juga: Divonis 7 Tahun, Oknum Perwira Polisi Pemilik Sabu di Bengkulu Ajukan Banding

Seperti di Kecamatan Seberang Musi, bisa dikatakan yang mengalami blankspot, cuman ada 3 desa yang tidak blankspot. 

"Sama halnya dengan Kecamatan Kabawetan ada beberapa desa yang masih blankspot," tutupnya. 

Untuk diketahui, dalam rapat juga dihadiri oleh Bupati Kepahiang, Hidayatullah Sjahid dan Wakil Bupati Kepahiang, Zurdi Nata, serta OPD lainnya. 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved