Senin, 13 April 2026

Jalan Rusak di Bengkulu

Miris, Jalan di Bengkulu Selatan Rusak Parah Bak 'Lumpur Kerbau'

Pembangunan pemerintah memang banyak belum menyentuh seluruh wilayah. Buktinya, Jalan Desa Gunung Ayu Kecamatan Seginim semakin hari bertambah hancur.

Penulis: Ahmad Sendy Kurniawan Putra | Editor: Hendrik Budiman
Warga
Tampak warga kesulitan saat ingin melintasi jalan di Desa Gunung Ayu Kecamatan Seginim yang mirip kubangan kerbau, Minggu (9/4/2023). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Ahmad Sendy Kurniawan Putra 

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN -  Jalan Desa Gunung Ayu Kecamatan Seginim, Bengkulu Selatan semakin rusak parah. 

Badan jalan yang semula dibangun melalui Program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) tahun 2008 silam, hingga sekarang belum mendapatkan perhatian Pemkab Bengkulu Selatan.

Mikardin Kades Gunung Ayu Kecamatan Seginim mengaku, semenjak dibuka badan jalan sepanjang 9 Kilometer (Km) tersebut belum pernah ditingkatkan.

Padahal jalan tersebut menjadi akses satu-satunya warga setempat untuk menjangkau wilayah perkebunan dan sawah.

Sementara, saat ini kondisi jalan semakin rusak parah, bahkan sudah menyerupai 'lumpur kerbau'.

Baca juga: Ingat! TKSK Tak Boleh Punya E-Warong atau Jadi Agen BRILink, Dinsos Cek Lapangan

"Kami tidak bisa berbuat banyak dalam meningkatkan badan jalan karena statusnya milik Pemkab BS. Yang jelas, kondisi jalanan yang rusak parah itu membuat warganya menderita. Hampir seluruh hasil alam di desa setempat kesulitan dikeluarkan apalagi saat cuaca buruk," harapan Mikardin.

Menurut Kades, jalan di desanya ini seperti terisolasi. Ini ia katakan karena kondisinya sangat memprihatinkan. Bahkan, Kades merasa hanya jalan ini yang paling parah rusaknya. 

Kades mengaku, upaya untuk mendapatkan perhatian pemerintah dalam meningkatkan badan jalan tersebut bukan tidak pernah dilakukan. 

Sejak dirinya dilantik menjadi Kades setempat pada 2020 lalu, proposal demi proposal terus disampaikan ke Bupati Bengkulu Selatan. Namun apa daya, respon dari pemerinrtah daerah masih minim.

“Kalaupun belum bisa diaspal hotmik, lapen juga tak apa-apa. Ini kalau musim hujan, tidak ada kendaraan yang bisa lewat jalan itu,” kata Mikardin. 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved