Konflik Nelayan Trawl di Bengkulu
Nelayan Ancam Bakar Setiap Kapal Trawl yang Melintas di Perairan Bengkulu Utara
Nelayan di Bengkulu Utara Ancam Bakar Setiap Kapal Trawl yang Melintas di Wilayah Mereka
Penulis: Beta Misutra | Editor: M Arif Hidayat
Diberitakan sebelumnya, kronologi nelayan di Bengkulu Utara tutup akses jalan lintas di Desa Pasar Palik Kabupaten Bengkulu Utara, ternyata merupakan bentuk kekecewaan nelayan kepada pemerintah.
Diakui Zainal, aksi tersebut mereka lakukan dalam rangka mencari perhatian pemerintah daerah.
Selama ini pemerintah sudah mengeluarkan aturan larangan kapal trawl menjaring ikan di lautan, terutama di kawasan nelayan tradisional mencari ikan.
"Jadi kenapa kami tutup tadi, kami minta tanggapan, supaya pemerintah tau bahwa masih banyak kapal trawl yang beroperasi dan merugikan nelayan kecil," ungkap Zainal.
Meskipun telah dilarang, pada kenyataannya masih banyak kapal Trawl yang beroperasi di sekitar pantai Palik.
Seperti Jumat pagi ini, sekitar pukul 10.00 WIB, nelayan tradisional melihat ada 5 kapal trawl yang beroperasi di kawasan Pantai Palik Bengkulu Utara tersebut.
Namun saat dilakukan pengejaran oleh nelayan tradisional, para nelayan hanya berhasil menangkap 1 kapal trawl, sedangkan sisanya berhasil kabur.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Trawl-2-bu.jpg)