Mantan Gubernur Bengkulu Meninggal
Mantan Gubernur Bengkulu Razie Yahya Dimakamkan Secara Militer di TPU Padang Dedok
Mantan Gubernur Bengkulu Razie Jachja atau Razie Yahya dimakamkan dengan upacara militer di TPU Padang Dedok, Kota Bengkulu, Rabu (3/5/2023) sore.
Penulis: Romi Juniandra | Editor: Yunike Karolina
Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Mantan Gubernur Bengkulu Razie Jachja atau Razie Yahya dimakamkan dengan upacara militer di TPU Padang Dedok, Kota Bengkulu, Rabu (3/5/2023) sore.
Prosesi pemakaman dimulai dengan salat jenazah di Masjid Raya Baitul Izzah setelah salat Ashar.
Kemudian, di halaman masjid, dilaksanakan upacara penyerahan jenazah oleh pihak keluarga ke Kodim 0407/Kota Bengkulu. Upacara ini dipimpin oleh Inspektur Upacara Letkol Kav Budiman, yang sehari-hari menjabat sebagai Kasdim 0407/Kota Bengkulu.
Keranda jenazah Razie Jachja sendiri diselimuti dengan bendera merah putih.
Dari Masjid Baitul Izzah, jenazah kemudian dibawa ke TPU Padang Dedok untuk dimakamkan.
Prosesi pemakaman juga dilaksanakan secara militer. Saat jenazah Razie Jachja dimasukkan ke liang lahat, ada tembakan salvo ke udara oleh 10 prajurit TNI.
Upacara pemakaman secara militer ini dilakukan karena Razie Jachja merupakan pejuang kemerdekaan memiliki Bintang Gerilya, tanda jasa dari pemerintah untuk pejuang yang bergerilya di tahun 1945-1950.
Selain itu, Razie Jachja juga memiliki Satyalencana Perang Kemerdekaan I dan Satyalencana Perang Kemerdekaan II, tanda jasa untuk anggota Angkatan Bersenjata yang mengikuti Perang Kemerdekaan.
Razie Jahcja meninggal dunia pada Rabu (3/5/2023) pagi, pukul 08.00 WIB di kediamannya di Jalan Musi, Padang Harapan, Kota Bengkulu.
Mantan Walikota Bengkulu ini meninggal di rumah karena usia yang sudah tua dan membuat kesehatannya menurun, yakni di usia 95 tahun.
Baca juga: Alasan Razie Yahya Tak Ingin Dikubur di Makam Pahlawan Meski Miliki Bintang Gerilya dan Satyalencana
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Tembakan-salvo-ke-udara-mengiringi-pemakaman-Razie-Jachja.jpg)