Perawat RSUD Kendari Dianiaya
Kronolgi & Penyebab Perawat RSUD Kendari Dianiaya Keluarga Pasien Hingga Alami Gangguan Pendengaran
Inilah kronologi insiden pemukulan perawat RSUD Kendari oleh keluarga pasien hingga korban alami gangguan pendengaran.
Penulis: Kartika Aditia | Editor: Hendrik Budiman
TRIBUNBENGKULU.COM - Kronologi insiden pemukulan perawat RSUD Kendari oleh keluarga pasien hingga korban alami gangguan pendengaran.
Baru-baru ini, seorang perawat RSUD Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), bernama Elking mendapat kekerasan dari salah satu keluarga pasien.
Perawat tersebut dianiaya saat memberikan perawatan medis pada salah satu pasien di dalam ruangan Intensive Care Unit (ICU) pada Rabu (24/5) sekira pukul 23.00 Wita.
Kronolgi kekerasan ini, berawal saat pasien perempuan berusia 51 tahun datang di RSUD Kendari kondisi kritis.
Pasien tersebut masuk dan dirawat di ruang IGD dengan tanda tanda gejala gagal napas.
Baca juga: Tampil PEDE, Kepala Desa Katulisan Korupsi Dana Desa Rp 499 Juta untuk Kepentingan Pribadi
Selama perawatan di IGD pasien diketahui mengalami kritis, dengan kondisinya terus menurun.
Karena pasien kondisi kesedaran terus menurun, pihak rumah sakit meminta keluarga pasien dirawat intensif.
Pada saat masuk di ruang intensif kondisi pasien mulai memburuk, dimana gejala gagal napas mulai terlihat, serta kondisi kesadaran pasien terus menurun.
"Bahkan beberapa jam saat pasien berada diruang ICU, pasien mengalami henti jantung dan henti napas," ujar dokter Rumah Sakit RSUD Kendari, Faisal.
Mendapati pasien dalam kondisi yang memburuk, pihak rumah sakit meminta keluarga korban untuk dilakukan resusitasi jantung paru, hanya saja keluarga menolak.
"Dan keluarga pasien sudah menerima kondisi pasien," sambungnya.
Saat hendak dilakukan pengurusan jenazah tiba-tiba keluarga korban langsung memukul perawat, bernama Elking pada bagian belakang telinga sebelah kiri hingga dirinya mengalami gangguan pendengaran.
Elking mengatakan jika dirinya saat itu sedang membuka alat-alat yang melekat di tubuh pasien.
Ia dipegang salah satu keluarga pasien yang diduga anaknya dan langsung memukul.
"Saat saya membuka alat alat di tubuh pasien, anaknya pegang tangan saya, sambil bertanya siapa tadi yang larang makan, dia langsung pukul saya," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Kronolgi-Perawat-RSUD-Kendari-Dianiaya-Keluarga-Pasien-Hingga-Pusing-dan-Sakit-di-Wajah.jpg)